Abstract :
ABSTRAK
Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan naskah Dulmuluk
versi Syair Siti Zubaidah (SSZ) dan model revitalisasi pertunjukannya. Masalah
yang dibahas oleh penelitian ini adalah ?Bagaimana naskah teater Dulmuluk versi
SSZ dan bagaimana model revitalisasi pertunjukannya?? Penelitian
pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa naskah teater
Dulmuluk versi SSZ dan model revitalisasi pertunjukannya yang tokoh utama
perempuannya heroik dan spiritualis. Hasil penelitian ini berkontribusi bagi
pewarisan budaya lokal kepada generasi muda. Prosedur penelitian
pengembangan ini diadaptasi dari teori D. Gall, Jolly dan Bolitho, dan Tessmer.
Prosedur pengembangan ini melalui 10 tahap, yaitu identifikasi masalah dan
analisis kebutuhan, perencanaan, penyusunan desain produk awal, validasi/expert
review produk awal, perbaikan desain produk awal/Main Product Revision,
evaluasi satu-satu (One-to-One Evaluation), evaluasi kelompok kecil (small group
evaluation), revisi desain produk akhir/Final Product Revision, uji coba
pemakaian/field test, diseminasi dan implementasi/dissemination and
implementation. Data kebutuhan dikumpulkan melalui teknik observasi, Forum
Diskusi Terpumpun, angket, dan wawancara; data expert review dikumpulkan
menggunakan teknik angket; data uji efektivitas dikumpulkan menggunakan
teknik wawancara dan angket, dan data uji lapangan/field test menggunakan
teknik angket. Data penelitian ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif.
Produk penelitian ini adalah naskah pertunjukan Dulmuluk versi SSZ. Naskah
Dulmuluk ini ditransformasi dari teks sastra lama, SSZ dengan memperhatikan
analisis kebutuhan dan konvensi penulisan naskah drama dan model revitalisasi
pertunjukannya dengan merukunkan konvensi pertunjukan Dulmuluk tradisional
dengan manajeman pertunjukan teater modern. Hasil validasi menunjukkan
bahwa naskah Dulmuluk versi SSZ sangat baik (skor 4,7). Setelah melalui
evaluasi satu ? satu (one ? one evaluation) dan evaluasi kelompok kecil (small
group evaluation), mengalami uji lapangan. Uji Lapangan (field test) penelitian
ini dilaksanakan dalam bentuk pertunjukan Dulmuluk yang sesungguhnya.
Hasilnya juga menunjukkan bahwa pertunjukan ini menarik, jalan ceritanya jelas,
merukunkan konvensi Dulmuluk dan unsur kebaruan, dan mengembalikan citra
tokoh utama perempuannya heroik dan spiritualis. Sebagai produk seni (sastra)
buku Naskah Dulmuluk Versi SSZ amat memungkinkan dianalisis, dikaji baik
secara struktural maupun secara pragmatik. Produk penelitian ini diseminasinya
dilakukan dalam bentuk presentasi pada seminar internasional dan pertunjukan
Dulmuluk di Palembang dan sekitarnya.