Abstract :
ABSTRAK
Tesis ini berjudul, ?Peranan Kepala Madrasah di Madrasah Aliyah
Muhammadiyah 1 Palembang?. Keberhasilan para guru tidak lepas dari peran
kepala madrasah sebagai pemimpin suatu lembaga pendidikan yang selalu
menggerakkan, mengarahkan, dan memberikan motivasi kepada para guru.
Aspek-aspek inilah yang diteliti dalam tesis ini, yaitu bagaimana peranan seorang
kepala madrasah di madrasah aliyah Muhammadiyah 1 Palembang.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan kepala
madrasah di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang dan faktor apa
sajakah yang mendukung dan menghambat peranan kepala madrasah di Madrasah
Aliyah Muhammadiyah 1 Palembang.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan
pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi: a)
wawancara, b) observasi, dan c) dokumentasi. Data yang terkumpul melalui ketiga
teknik tersebut diorganisasi dan dianalisis dengan teknik analisa kualitatif.
Selanjutnya kredibilitas data dicek dengan menggunakan keabsahan data yaitu
triangulasi.
Adapun hasil penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
pertama, peranan kepala madrasah di Madrasah Aliyah Muhammadiyah 1
Palembang secara deskriptif sudah baik. Hal ini bisa dilihat dari peranan sebagai
berikut: a) Kepala madrasah sebagai educator telah melaksanakan fungsinya
sebagai guru yaitu melaksanakan kegiatan mengajar dan membuat perangkat
pembelajaran sesuai pedoman silabus. b) Kepala madrasah sebagai manajer yaitu
telah menyusun program mingguan, bulanan, tahunan, program jangka menengah
dan jangka panjang dengan menyusun organisasi kepegawaian madrasah yang
efektif. c) Kepala madarsah sebagai administrator yaitu memberikan pelayanan
kepada bawahannya dan mengembangkan sarana prasarana yang ada. c) Kepala
madrasah sebagai supervisor menunjukkan sudah cukup baik dengan indikator
selalu memperhatikan kinerja bawahannya. d) Kepala madrasah sebagai leader
dengan bersikap tegas dalam menegakan disiplin, mampu membangun visi dan
misi, mampu dalam berkomunikasi dan mampu mengambil keputusan. e) Kepala
madrasah sebagai inovator hanya melanjutkan kegiatan yang selama ini sudah
berjalan dan menganjurkan siswa-siswi untuk mengerjakan ibadah sholat sunnah
yaitu sholat Dhuha. f) Dan dari aspek motivator juga sudah baik, hal ini bisa
dilihat dari beberapa indikator yang muncul, seperti memberikan penghargaan
(reward) dan hukuman (punishment) bagi yang melanggar peraturan yang telah
ditetapkan secara bersama, menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga
diharapkan kinerja guru akan meningkat
Kedua, ada beberapa faktor yang mendukung peranan kepala madrasah
adalah adanya motivasi dari yayasan, tenaga pendidik dan kependidikan, adanya
kerja sama yang saling mendukung dalam melaksanakan tugas yang telah
diberikan kepada guru dan staf serta adanya fasilitas. Sedangkan faktor yang
menghambat peranan kepala madrasah adalah kurang disiplin sebagian guru,
kurang variatif sebagian guru dalam metode mengajar dan rendahnya pemahaman
guru dalam membuat perangkat pembelajaran.