Abstract :
ABSTRAK
Tesis ini membahas tentang manajemen kesiswaan dan pelaksanaannya di SMP Negeri
2 Rambang Kuang. Dasar pemikiran yang melatar belakangi penelitian ini yakni secara
geograpis letak wilayah SMP Negeri 2 Rambang Kuang termasuk dalam wilayah
daerah terpencil. Oleh karenanya penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah
SMP Negeri 2 Rambang Kuang telah menerapkan konsep manajemen kesiswaan sama
halnya dengan daerah-daerah yang telah maju.
Manajemen kesiswaan termasuk salah satu substansi manajemen pendidikan.
Karena banyak sekali persoalan yang berhubungan dengan siswa yang perlu dibenahi.
Manajemen kesiswaan menduduki posisi strategis, karena sentral layanan pendidikan,
baik dalam latar institusi persekolahan maupun yang berada di luar latar institusi
persekolahan, tertuju kepada peserta didik. Semua kegiatan pendidikan, baik yang
berkenaan dengan manajemen akademik, layanan pendukung akademuk, sumber daya
manusia, sumber daya keuangan, sarana prasarana dan hubungan sekolah dengan
masyarakat, senantiasa diupayakan agar peserta didik mendapatkan layanan pendidikan
yang handal.
Dalam tesis ini memfokuskan pada ruang lingkuo manajaemen kesiswaan
dengan batasan masalah mulai dari perencanaan peserta didik, penerimaan peserta didik,
orientasi peserta didik, kegiatan kemajuan belajar, evaluasi peserta didik, bimbingan
dan pembinaan disiplin peserta didik, serta monitoring (Pengawasan). Dari batasan
masalah tersebut, maka rumusan masalahnya adalah Bagaimana implementasi
manajemen kesiswaan, dan apa factor penghambat implementasi manajemen kesiswaan
di SMP Negeri 2 Rambang Kuang.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen
kesiswaan di SMP Negeri 2 Rambang Kuang dan factor penghambat manajemen
kesiswaan di SMP Negeri 2 Rambang Kuang Kabupaten Ogan Ilir.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan yang bersifat kualitatif. Teknik
pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi yakni melakukan pengamatan
mulai dari proses perencanaan peserta didik sampai kepada bimbingan dan pembinaan
disiplin siswa. Selanjutnya wawancara yakni pengumpulan data dengan menggunakan
model yanya jawab atau dialog yang dikerjakan dengan sistematis guna mendapatkan
data dari informan. Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah,
tenaga pendidik, tenaga kependidikan dan siswa. Sedangkan dokumentasi juga dimulai
dari perencanaan peserta didik sampai dengan bimbingan dan pembinaan disiplin siswa.
Sedangkan langka dalam menganalisa data yakni langkah pertama dengan cara
mereduksi, penyajian data dan verifikasi.
Berdasarkan hasil analisis data, maka diketahui bahwa implementasi manajemen
kesiswaan di SMP Negeri 2 Rambang Kuang yang diteliti mulai dari perencanaan
peserta didik, orientasi, kegiatan kemajuan belajar serta bimbingan dan pembinaan
disiplin siswa sudah berlangsung sesuai dengan konsep manajemen kesiswaan. Hal ini
terbukti dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan factor
penghambat pelaksanaan manajemen kesiswaan di SMP Negeri 2 Rambang Kuang,
yakni terbatasnya peserts didik yang mendaftar, kurang lengkap sarana dan prasarana
yang dibutuhkan oleh pendidik dan siswa, tidak adanya guru dan ruangan khusus untuk
memberikan layanan dan bimbingan konseling kepada siswa, dan pengawasan terhadap
kegiatan siswa kurang bias dilakukan dengan kontinyu baik dalam pengontrolan
maupun pengawasan.