Abstract :
ABSTRAK
Disertasi ini berjudul Transformasi Budaya Islam Melayu
Jambi Dari MasyarakatTradisiMenujuMasyarakat Urban. Adapun yang
dimaksud judul tersebut adalah melihat perubahan masyarakat tradisi
menuju urban Melayu Islam Jambi dari berbagai aspek kebudayaan.
Penelitian ini adalahBagaimanasejarahdanperkembangan Islam
Melayu Jambi? Bagaimana masyarakat tradisi dan urban Islam Melayu
Jambi? Bagaimana Fenomena Perubahan budaya Islam Masyarakat
Islam Melayu Jambi Dari Tradisi menuju Urban? Penelitian ini
menggunakan metode kualitatif, yang mana meanalisis fenomena
masyarakat yang terjadi sekarang. Dengan pendekatan sejarah dan
fenomenologi, berdasarkan pendekatan ini peneliti meanalisis
fenomena perubahan budaya Islam Melayu Jambi dari masyarakat
tradisi menuju masyarakat urban dengan teori Teori Pierre Bordieau
iaitu Arena. Teori Bordieau inilah yang akan meabstraksikan fenomena
perubahan budaya Islam Melayu Jambi dari masyarakat tradisi menuju
urban.
Masyarakat tradisi Islam Melayu Jambi, memiliki tradisi lokal
yang dipengaruhi oleh sufeisme Islam. Ini terbukti dengan sejarah,
bahwa agen Islamisasi di Islam Melayu Jambi adalah kaum sufi pada
abad 16-17. Inilah menurut Bourdieu habitus, yang akan menjadi
struktur. Struktur masyarakat Islam Melayu Jambi memiliki idiom
?Adat bersendi Syarak, Syarak bersendi kitabullah. Syarak mengato,
adat memakai?. Dengan demikian tatanan kehidupan masyarakat, baik
secara sosial, budaya, ekonomi, politik/kekuasaan, dan pendidiakan.
Menurut peneliti ada subjek yang menguasai modal ?capital? iaitu
Kesultanan Jambi dan Kolonial Belanda ?VOC?. Habitusdan Modal
?capital? akan menunjukan eksistensinya masyarakat tradisi Islam
didalam arena sosial, ekonomi politik/kekuasaan, dan pendidikan.
Masyarakat urban Islam Melayu Jambi, peneliti melihat
peangaruh/masuknya Modernisasi di dalam masyarakat urban Islam
Melayu Jambi. Modernisasi masyarakat urban Islam Melayu Jambi ini
yang peneliti sebut dengan habitus dalam konteks fenomena Kota
Jambi sekarang.Modal ?capital? masyarakat urban Islam Melayu
Jambi yang dikuasai oleh subjek yang mendukung habitusnya,
menurut peneliti selain kekuasaan yang mendomisasi sebagai subjek,
tetapi masyarakat yang tidak memiliki kekuasaan turut menjadi subjek
yang mendominasi. Dengan catatan masyarakat ubaan memiliki modal
?capital? untuk mendukung eksistensinya didalam arena. Masyarakat
urban Islam Melayu Jambi sebagai arena, disinipeneliti fokus kepada
xv
fenomena di Kota Jambi sebagai objek penelitian. Untuk melihat
habitus dan modal ?capital?, tentu bagaimana eksistensi dalam
mendukung dominasi budaya Islam di dalam arena sosial, ekonomi,
politik/kekuasaan/pemerintahan, dan pendidikan.
Peneliti menemukan relasi perubahan masyarakat tradisi Islam
Melayu Jambi menuju masyarakat urban Islam Melayu Jambi. Relasi
tersebut menciptakan idiom baru di tengah-tengah masyarakat Kota
Jambi, iaitu Post-Islamisme. Ini dilihat dari fenomena yang terjadi di
Kota Jambi, yang mengalami perubahan dari berbagai aspek
kebudayaan. Mengakibatkan termarjinalkan dan didiskreditkan karena
tidak mampu beradaptasi dengan zaman. Oleh karna itu Post
Islamisme hadir untuk menekankan pembangunan masyarakat Islam
Melayu Jambilebih menuju modernitas. Baik dari material maupun non
material, yang mana nanti akan menguatkan masyarakat Islam Melayu
Jambi. untuk mendukung kebudayaan Islam di masa akan datang.