Abstract :
Secara sederhana tugas guru adalah mengarahkan dan membimbing para anak
didik agar semakin meningkat pengetahuannya, semakin mahir keterampilannya,
semakin terbina dan berkembang potensinya. Di sisi lain guru pun dituntut untuk
memperhatikan perkembangan moral dan mental spritual siswa. Athiyah Al-Abrasyi
dalam hal ini menyatakan bahwa ?semua guru, semua yang bertugas menyampaikan
mata pelajaran haruslah terlebih dahulu memperhatikan akhlak?. Dengan demikian,
seorang guru harus memperhatikan tingkah laku siswa (akhlak) di dalam dan di luar
kelas. Tanggung jawab tersebut bukan hanya tugas guru agama saja tetapi tugas dan
kewajiban semua guru.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bagaimana partisipasi guru dalam pembinaan pengamalan ajaran agama Islam siswa
Madrasah Tsanawiyah (MTs) Paradigma Palembang, Bagaimana pengamalan ajaran
agama Islam siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Paradigma Palembang, bagaimana
hubungan antara partisipasi guru dengan pembinaan pengamalan ajaran agama Islam
siswa.Untuk memperoleh hasil penelitian tersebut, peneliti menggunakan beberapa
metode penelitian antara lain: populasi dan sampel. Adapun jenis penelitiannya
menggunakan penelitian kuantitatif.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah Guru-guru Madrasah Tsanawiyah
(MTs) Paradigma Palembang sudah berpartisipasi baik dalam pembinaan pengamalan
ajaran Islam siswa belum secara optimal. Siswa yang menyatakan bahwa guru-guru
belum berpartisipasi secara baik hanya 26% (13 orang dari 58 orang siswa yang
diteliti). Sedangkan yang lainnya menjawab sedang (51,72%) dan tinggi (25,86%).
Pengamalan ajaran Islam siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) Paradigma Palembang
dalam keadaan baik. Kalaupun ada siswa yang pengamalan ajaran Islamnya
termasuk tidak baik maka siswa seperti itu frekuensinya sangat kecil sekali yaitu
hanya 5,17%. Sedangkan yang pengamalan ajaran Islamnya tergolong baik ada
89,65% dan sedang 5,17 %. Dari analisis statistik diperoleh hasil sebagai berkut:
0,325 < 1,651 > 0,250 angka ini menunjukkan bahwa harga phi lebih kuat dari
pada harga ?r? tabel baik pada taraf signifikan 5% maupun pada taraf signifikan 1%
sehingga dapat disimpulkan bahwasannya ada hubungan yang signifikan antara
partisipasi guru dalam mengikuti kegiatan keagamaan dengan pengamalan
ajaran agama Islam siswa di sekolah.