Abstract :
Skripsi ini diberi judul ?Makna Falsafah Kuntau Dalam Tradisi Pernikahan Di
Desa Segamit Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim ?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suatu budaya dan warisan dari
nenek moyang yang harus di lestarikan, serta untuk mengetahui makna-makna
falsafah pada kuntau Semende, keunikan dari kuntau Semende adalah di
tampilkannya pada saat resepsi pernikan yang dilihatkan didepan pengantin.
Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yang pertama, bagaimana falsafah
pada simbol dan gerakan kuntau dalam pernikahan di desa Segamit. Kedua,
bagaimana tujuan kuntau dalam pernikahan di desa Segamit.
Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research). Sumber
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data skunder.
Adapun data primer yaitu, guru-guru kuntau di Semende, ketua adat, ketua
masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat desa. Dan data sekunder yaitu
berupa literatur dan dokumen yang ada kaitannya dengan penelitian ini baik
berupa buku, jurnal, skripsi dan internet.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kuntau adalah
sebuah tradisi lama yang masih dilestarikan dan dikembangkan sampai dengan
sekarang. Kuntau Semende mempunyai makna-makna falsafah pada setiap
gerakan dan simbol yang digunakan. Terdapat lima falsafah pada gerakan kuntau
yang ditampilkan di depan pengantin yakni,gerakan seliput, gerakan kuda-kuda,
gerakan duduk, gerakan merayap,dan gerakan tidur. falsafa dari gerakan ini
mempunyai arti yang baik terutama untuk kedua pengatin yakni mengisyaratkan
agar tetap seiring sejalan dalam berumah tangga, selalu berhati-hati dalam
menjalani kehidupan, mempunyai kekutan,kemantapan, dan keteguhan dalam
berumah tangga. Adapun alat yang digunakan yakni pisau dua. Dapat diartikan
dengan bibir, ketika bibir bergerak harus dengan ucapan yang baik dan perkataan
yang baik.
Kata kunci: Tradisi, Makna Falsafah kuntau, pernikahan, Semende