Abstract :
Sejalan dengan fenomena pencalonan Gibran
Rakabuming Raka sebagai Calon Walikota Solo 2020 yang
menyita perhatian publik. Wartawan media cenderung
memberikan aksen tertentu terhadap suatu peristiwa dengan
menempatkan isu-isu menonjol dalam suatu halaman berita
tertentu, ukuran Headline yang diberikan untuk berita tersebut.
Dalam media framing digunakan untuk melihat apakah media
online tersebut berpihak terhadap berita yang diangkat atau
memang berdasarkan kenetralan Solopos.com merupakan salah
satu produk lokal media online yang populer dari Kota Solo yang
banyak memberitakan isu pencalonan majunya Gibran
Rakabuming Raka dalam pilkada dikota Solo. Penelitian ini
berbentuk penelitian lapangan dengan menggunakan metode
kualitatif dan menggunakan teori analisis framing model Robert
N Entman dengan empat perangkat yang digunakan; Define
Problem, Diagnose Causes, Make Moral Judgement, Treatment
Recommendation, metode pengumpulan data berupa dokumentasi
dan studi kepustakaan. Hasil analisis Define Problem
didefinisikan sebagai masalah politik, Diagnose Causes sumber
masalah berasal dari majunya Gibran Rakabuming Raka sebagai
calon Walikota Solo, Make Moral Judgement penilaian atas
majunya Gibran Rakabuming Raka dalam keseluruhan berita
Gibran dinilai membangun dinasti politik dan adapula yang
menilai pencalonannya merupakan haknya sebagai warga Negara.
Terhadap Isi berita Solopos.com berusaha membangun sebuah
opini publik tentang bagaimana pandangan yang dilakukan oleh
narasumber dalam memberi respon terhadap majunya Gibran di
pilkada Solo 2020, sehingga opini itu seakan-akan sesuai fakta
yang ditemukan dan hasil muatan informasi yang disajikan
dominan bermuatan netral dan negatif. Penyebaran informasi
dengan proporsi dominan dalam kategori netral dan negatif dapat
mempengaruhi opini publik dan dapat dianggap sebagai cermin
sebuah presepsi atau pandangan publik.
Kata Kunci : Berita, Pilkada, Media