Abstract :
Penelitian ini mendeskripsikan mengenai Muhammad bin Tumart dalam strateginya
menguasai Afrika Utara melalui penyimpangan-penyimpangan agama. Kerangka
pikir dari pokok permasalahan ini mengenai tokoh Muhammad bin Tumart dalam
gerakan dakwahnya yang di alihkan menjadi gerakan politik untuk memperoleh
kekuasaan di Afrika Utara tepatnya pada masa kepemimpinan Dinasti AlMurabithun. Objek dari pokok permasalahan tersebut antara lain: 1. Kondisi sosial
agama dan politik di Afrika Utara (473-512 H/1080-1118 M, 2. Biografi Muhammad
bin Tumart, 3. Gerakan agama dan politik yang dilakukan Muhammad bin Tumart
untuk menjatuhkan Dinasti Al-Murabithun serta mendirikan dinasti yang baru. Dalam
penelitian ini terdapat beberapa tahapan metode sejarah, seperti heuristik, verifikasi
(kritik sumber), interpretasi dan historiografi untuk mengungkapkan sebuah
penelitian secara teratur dan akurat. Sumber data yang digunakan merupakan sumber
sekunder berupa buku-buku yang berkaitan dengan penelitian. Teori yang digunakan
dalam penelitian ini menggunakan teori peranan (role) untuk mengungkapkan
peranan Muhammad bin Tumart, kemudian penulis menggunakan pendekatan politik
yang bertujuan merekontruksi masa lampau secara objektif dan sistematis.
Adapun hasil temuan dalam penelitian ini adalah tokoh Muhammad bin
Tumart dilihat dari peranannya sebagai pemimpin spiritual Dinasti Al-Muwahiddun
yang mengungkapkan bahwa dalam pembentukan Dinasti Al-Muwahiddun,
Muhammad bin Tumart melakukan berbagai penyimpangan agama untuk
mempengaruhi Jama?ahnya (Jama?ah Al-Muwahiddun) dalam melancarkan gerakan
politiknya guna mencapai ambisi untuk mendirikan dinasti yang baru di Afrika Utara.
Muhammad bin Tumart mengalihkan gerakan agama kedalam gerakan politik, dalam
kepemimpinannya ia menggunakan gelar Al-Mahdi.
Kata-kata Kunci: -Muhammad bin Tumart, -Gerakan agama, -Gerakan politik.