Abstract :
Didalam al-Qur`an pertanyaan yang ada diawal surah seluruhnya
berjumlah 6 surah diantaranya: 1) Al-Insan. 2) An-Naba. 3) Al-Ghasyiah. 4) Al-
Insyirah. 5) Al-Fiil. 6) Al-Ma`un. Dari ke-6 surah tersebut dimana
pertanyaannya ditujukan kepada kaum karif dan kepada nabi saat dihadapkan
pada situasi dan kondisi pelaksanaan dakwa Rasulullah SAW . Oleh karna itu
sripsi ini akan mengungkap maksud dan tujuan dari pertanyaan tersebut dan dari
keseluruhan isi surahnya dilihat dari teks, konteks, dan kontekstual.
Penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan.
Dengan metode Tahlili yang dikemukakan langkah-langkahnya berikut: 1.
Mufasir manafsirkan ayat sesuai dengan disiplin ilmu yang digelutinya. 2. Mufasir
menguraikan makna ayat secara detail dan sesuai dengan susunan mushaf. 3.
Menganalisis berbagai aspek ayat, lalu menafsirkannya. 4. Ayat ditafsirkan secara
komprehensif. 5. Latar belakang keilmuan mufasir mempengarui bentuk
penafsiran. 6. Memberikan ruang yang cukup luas untuk gagasan mufasir.
Selanjutnya penguraian itu disampaikan secara deskriptif, yaitu menggambarkan,
menguraikan, dan menyajikan seluruh permasalahan yang ada pada pokok-pokok
permasalahan secara tegas dan sejelas-jelasnya, kemudian dari pertanyaan tersebut
ditarik kesimpulan data-data yang bersifat umum ke-khusus sehingga hasilnya
dapat dipahami dengan mudah dan jelas.
Peneliti mengambil kesimpulan 1. Bahwa maksud dan tujuan dari
pertanyaan yang berupa , ?? ,???, ? , istifham taqrir yakni pengukuan, penegasan
sebagai pengakuan kepada mitra yang ditanya. 2. secara sosiokultural dan
geografis pada saat itu, nabi dihadapkan pada kondisi menghadapi para
pembangkang dengan sikapnya menentang kebenaran yang telah dikhabarkan
Muhammad SAW kepada mereka. Adapaun secara kontekstual nabi Muhammad
SAW ingin mengambarkan kepada umatnya apabila dihadapkan pada situasi yang
sulit hendaknya berlapang dada.