Abstract :
Pondok pesantren adalah suatu lembaga pendidikan keagamaan yang
berusaha melestarikan, mengajarkan dan menyebarkan ajaran Islam serta aktivitas
pendidikan pembelajarannnya sejalan dengan ajaran Islam. Pesantren khususnya
kiai di pondok Pesantren Raudhatul Ulum berfungsi untuk menyampaikan,
mendakwakan ajaran Islam kepada masyarakat dan juga aktif menjadi politisi
PKS, inilah yang menjadi alasan peneliti untuk meneliti relasi kuasa antara kiai di
Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dan PKS dengan tujuan memberikan gambaran
terhadap hal-hal yang melatarbelakangi relasi kuasa antara kiai di Pondok
Pesantren Raudhatul Ulum dengan PKS, mengetahui adanya bentuk relasi kuasa
kiai di Pondok Pesantren Raudhatul Ulum dengan PKS, serta mengetahui
efektivitas relasi kuasa kiai di pondok Pesantren Raudhatul Ulum dan PKS.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
fenomenologi dan menggunakan metode penelitian lapangan (field research).
dalam penelitian ini ada dua sumber data yaitu sumber data primer dan sumber
data sekunder. Teknik pengumpulan data melalui, observasi, wawancara,
dokumentasi dan data dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Dari penelitian diperoleh hasil bahwa relasi kuasa antara kiai di pondok
Pesantren Raudhatul Ulum Sakatiga dan PKS Ogan ilir dilakukan karena adanya
persamaan pandangan, diantaranya : faktor Ideologi, faktor Kekeluargaan, dan
faktor Kekerabatan. kemudian bentuk relasi yang dilakukan antara keduanya ini
yaitu memberikan arahan tentang pandangan politik baik kepada masyarakat
terkhususnya di desa Sakatiga, baik itu dalam bentuk kampanye maupun dalam
bentuk dakwah sosial masyarakat. Dalam bentuk kampanye, kiai di Pondok
Pesantren Raudhatul Ulum melakukan kampaye untuk memperkenalkan dan
mengajak masyarakat ogan ilir dalam memilih partainya. Dalam bentuk dakwah
sosial, kiai di Pesantren Raudhatul Ulum melakukan dakwah sosial secara spontan
kepada masyarakat Sakatiga tentang hak dan kewajibanya dalam berpolitik,
kemudian efektifitas yang dihasilkan oleh Kiai Pesantren dalam relasi ini antara
lain banyaknya kiai-kiai di Pondok Pesantren Raidhatul Ulum yang memperoleh
jabatan politik untuk mencerdaskan masyarakat tentang politik yang baik.
efektivitas dari partai politik yaitu menjalin tali silaturahmi kepada kiai di Pondok
Pesantren dan masyarakat Ogan Llir untuk mendapatkan pemimpin yang sesuai
dengan keinginan masyarakat, pemimpin yang berakhlakul karimah dan efektifitas
dari masyarakat yaitu tejadi pergeseran politik pada pemilihan legislatif 2014 hal
ini disebabkan karena kiai sudah gagal dalam merekrutmen atau mengajak
masyarakat Ogan Ilir untuk mendukung dirinya, hal ini membuat masyarakat
paham akan melek politik.