Abstract :
Skripsi ini berjudul ?Konsep Tawakal Menurut Syeikh Abdul Qadir
Jaelani?. Dalam kehidupan ini sebagian orang telah memahami makna tawakal
yang sebenarnya akan tetapi sebagian orang lainnya keliru terhadap makna
tawakal. Dalam ajaran Islam tawakal adalah landasan atau tumpuan terakhir dalam
suatu usaha atau perjuangan. Baru berserah diri kepada Allah SWT setelah
menjalankan ikhtiar. Tawakal haruslah ditujukan kepada Dzat Yang Maha
sempurna tapi dalam realitanya ada yang meletakkan tawakal kepada selain Allah
SWT. Kesalahan dalam tawakal tersebut menyebabkan kesalahan fatal dalam
agama bahkan terjerumus ke dalam kesyirikan. Sikap dalam memahami dan
memaknai tawakal inilah yang diluruskan kembali oleh Syeikh Abdul Qadir
Jaelani. Yang menjadi perumusan masalah yaitu bagaimana konsep tawakal
menurut Syeikh Abdul Qadir Jaelani? Bagaimana implementasi konsep tawakal
menurut Syeikh Abdul Qadir Jaelani?
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan dengan
menggunakan metode deskriptif analisis yaitu menganalisis, menggambarkan dan
menggali lebih dalam terhadap pokok pembahasan penelitian. Teknik yang
digunakan untuk menggumpulkan data adalah dengan membaca dan menela?ah
literatur dan buku-buku yang berhubungan serta menunjang penelitian. Kemudian
analisa data dilakukan setelah mengamati teks-teks yang relevan dengan masalah
penelitian. Setelah mengamati sumber data yang diperoleh dari buku-buku dan
tulisan-tulisan yang berkaitan dengan penelitian baru kemudian melalui metode
deskriptif analisis dapat ditarik kesimpulan secara deduktif, data yang umum
menjadi bersifat khusus, data inilah yang merupakan hasil penelitian.
Kesimpulan yang di dapat dari hasil penelitian ini bahwa pemikiran tawakal
menurut Syeikh Abdul Qadir Jaelani adalah menyerahkan urusan kepada Allah
SWT sembari berusaha sekuat tenaga. Tawakal yang sempurna adalah memotong
hubungan atau penyandaran kepada selain Allah SWT sehingga keadaan hatinya
senantiasa kontak dengan Allah SWT bukan dengan sebab atau usaha, sedangkan
badannya melakukan usaha. Membebaskan hati dan batin dari daya dan kekuatan
untuk kemudian berserah diri kepada Allah SWT. Tegasnya Tawakal berarti
memutuskan hati dari tali perantara tuhan-tuhan selain Allah SWT. Dalam
mengimplementasikan tawakal menurutnya manusia harus memantapkan hati pada
pijakan tauhid. Tawakal seseorang hamba dianggap benar jika di dalam hatinya
tidak terdapat unsur syirik, manusia harus bertobat dari perbuatan syirik yaitu
meletakkan tawakal kepada selain Allah SWT. Mewujudkan tawakal dengan
berusaha semaksimal mungkin sembari tidak bersandar kepada usahanya.
Kemudian mendekatkan diri kepada-Nya, sehingga ketika manusia telah
merasakan karunia-Nya maka manusia akan dapat melahirkan sikap tegar, tenang
dan ridha akan keputusan yang Allah SWT berikan, baik menerima keberhasilan
maupun kegagalan karena Allah SWT Maha Mengetahui mana yang terbaik untuk
hambanya. Keadaan seseorang yang telah mengimplementasikan tawakal menurut
Syeikh Abdul Qadir Jaelani ada tiga tingkatan yaitu tawakal, taslim dan tafwidh.