Abstract :
Skripsi ini diberi judul ?NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER
KISAH NABI YUSUF AS DALAM SURAT YUSUF?
Nabi Yusuf as adalah anak Nabi Ya?qub as. Ia mempunyai wajah yang
tampan, dan beliau sangat disayangi oleh ayahnya, melebihi saudara-saudara yang
lainnya. Nabi Yusuf as adalah Nabi yang patut di teladani, karena didalam dirinya
terdapat nilai akhlak yang sangat baik. Semasa hidupnya penuh dengan berbagai
ujian, penderitaan, godaan, perjuangan dan kebahagiaan.
Kisah Nabi Yusuf as didalam Al-Qur?an tidaklah seperti kisah-kisah biasa
atau dongeng-dongeng yang banyak ditemukan dan menyebar di masyarakat
secara turun-temurun yang kadang kala banyak dihiasi dengan hal-hal fiktif, tetapi
kisah didalam Al-Qur?an merupakan kisah-kisah yang menceritakan peristiwa?peristiwa yang terjadi pada masa lampau serta disampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW, melalui wahyu.salah satu kisah tersebut adalah kisah Nabi
Yusuf as dalam Al-Qur?an, yaitu pada surat Yusuf, surat ini terdiri dari 111 ayat,
termasuk golongan surat Makiyyah karena turunnya di Mekkah sebelum hijrah.
Surat ini dinamakan surat Yusuf karena titik berat dari isinya mengenai riwayat
Nabi Yusuf as. Riwayat tersebut salah satu diantara cerita-cerita ghaib yang
diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai mukjizat bagi beliau, sedang
beliau sebelum diturunkan surat ini tidak mengetahuinya.
Diantara sekian banyak kisah dalam Al-Qur?an, kisah Yusuf lah yang
terekam dalam satu surat, sebagai standar perilaku yang begitu banyak pesan
moral yang terkandung didalamnya dengan perantara adanya penafsiran. Secara
khusus tulisan ini berangkat dari dua permasalahan yaitu: bagaimana nilai-nilai
pendidikan karakter kisah Nabi Yusuf as, dan bagaimana relevansi nilai-nilai
pendidikan karakter kisah Nabi Yusuf as pada masa sekarang. Pembahasan kedua
masalah diatas akan dideskripsikan dengan menggunakan pendekatan metode
analisis deskriptif kualitatif dengan cara menitikberatkan pada analisis isi (content
analysis), yaitu suatu teknik analisis yang dipakai untuk meneliti sekumpulan teks
atau dokumen dalam rangka memperoleh pesan-pesan tertentu dengan
menggunakan metode ilmiah secara sistematis. Maka dengan analisis isi ini,
setelah data terkumpul dan dilakukan peninjauan kembali, selanjutnya penulis
berupaya melakukan telaah dan analisis lebih lanjut dengan menggunakan metode
tahlili, yaitu suatu metode tafsir yang menjelaskan kandungan ayat Al-Qur?an dari
seluruh aspeknya, hal ini dilakukan agar pembahasan lebih terarah sehingga
menghasilkan jawaban atas pertanyaan penelitian.dalam memperjuangkan dan mempertahankan kebenaran dan keadilan, keimanan
dan ketakwaaan, pengenalan potensi diri dan kebijaksanaan dan pemaaf. Dan
adapun relevansi pendidikan karakter kisah Nabi Yusuf as pada masa sekarang
yaitu sikap terbuka antara Nabi Yusuf as kepada ayahnya (Nabi Ya?qub as).
Dalam konteks sekarang ini, sikap terbuka yang diperlihatkan oleh Nabi Yusuf as
kepada Nabi Ya?qub as sebagai seorang ayah kiranya sangat relevan untuk
diterapkan dalam kehidupan keluarga. Dimana peran ayah sebagai orang tua
sekaligus sebagai pendidik harus memahami keadaan anak-anaknya, harus
bersikap terbuka, adil dan bijaksana. Perhatian dan curahan kasih sayang seorang
ayah harus bisa dirasakan oleh semua anak-anaknya. Jangan sampai ada perasaan
dari sebagian anak yang merasa dibedakan. Kebijaksanaan seorang kepala
keluarga.Peristiwa ini menurut Quraish Shihab, merupakan salah satu peristiwa
yang sering terjadi pada rumah tangga atau sebuah keluarga ?terhormat? yang
kurang memperhatikan tuntunan agama. Mereka tahu dan menyadari bahwa
perbuatan mereka buruk, tetapi disaat yang sama mereka ingin tampil atau paling
tidak diketahui sebagai keluarga terhormat. Yang memelihara nilai-nilai moral.
Karena itu kasus yang seperti ini harus ditutup dan dianggap seakan-akan tidak
pernah ada. Raja yang adil/menegakkan keadilan. Kalau melihat konteks sekarang
sifat-sifat raja tersebut kiranya sangat relevan kalau dimiliki para pemimpin negara
dalam rangka melaksanakan tugas kenegaraan dalam mencapai kemakmuran.
Dimana masa sekarang merupakan suatu masa yang sangat kompleks sebagai
sebuah Sunnatullah dengan bertambahnya usia zaman dan jumlah penduduk, maka
akan bertambah pula problematika yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
Permintaan jabatan/profesionalitas. Sebagai dasar untuk membolehkan seseorang
mencalonkan diri atau berkampanye untuk dirinya selama motivasinya untuk
kepentingan masyarakat serta merasa mampu atas jabatan tersebut. lanjut, Quraish
Shihab, syarat bagi pejabat serta berlaku umum kapan dan dimana saja, yaitu
memegang jabatan haruslah benar-benar amat tekun, memelihara amanah dan
amat berpengetahuan.Kesabaran.Mungkin kita dapat menarik hikmah dari kisah
Nabi Yusuf as sebagai cermin dari sikap kesabarannya dalam menghadapi dan
melewati cobaan yang menimpanya.