Abstract :
Sebagian besar para petani di Desa Ringin Agung Kecamatan Lalan Kabupaten
Musi Banyuasin menanam padi di lahan gambut. Tanaman padi merupakan
tanaman pangan utama yang dibudidayakan di Indonesia. Salah satu permasalahan
yang sering ditemukan di lapangan yang sangat berpengaruh terhadap
produktivitas padi adalah gulma. Gulma merupakan tanaman pengganggu yang
tumbuh di sekitar tanaman budidaya. Masalah di atas melatarbelakangi
terciptanya inovasi baru untuk penanggulangan gulma yaitu dengan menggunakan
Pita Tanam Organik (PTO) sebagai media untuk menanam padi. Penelitian ini
dilakukan pada Tanggal 16 Agustus sampai 26 September 2016 di Desa Ringin
Agung Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Pengamatan dilakukan
selama 40 hari. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK)
dengan 3 kelompok dan 5 perlakuan. Kelompok I adalah lebar PTO 20 cm,
kelompok II adalah 30 cm, dan kelompok III adalah 40 cm. Sedangkan perlakuan
1 adalah kontrol (tanpa PTO), perlakuan 2 adalah tebal PTO 2 mm, perlakuan 3
adalah tebal 4 mm, perlakuan 4 adalah tebal 6 mm, dan perlakuan 5 adalah tebal 8
mm. Hasil pengamatan membuktikan bahwa lebar dan tebal PTO berpengaruh
terhadap penurunan jumlah gulma dan tinggi gulma. Lebar PTO 40 cm dan tebal 8
mm tidak menghasilkan jumlah gulma yang tumbuh. Data pengamatan yang
diperoleh diuji dengan analisis sidik ragam atau uji F dengan taraf 5%. Hasil
pengamatan menunjukan bahwa semakin lebar dan tebal PTO maka akan semakin
efektif untuk menghambat gulma. Dari pengamatan yang telah dilakukan dapat
simpulkan bahwa PTO sangat berpengaruh terhadap penghambatan pertumbuhan
gulma. Ukuran lebar dan tebal yang optimum untuk penghambatan pertumbuhan
gulma yaitu pada lebar 40 cm dan tebal 8 mm dimana pada ukuran tersebut tidak
terdapat jumlah gulma yang tumbuh.