Abstract :
Fenomena yang terjadi di masyarakat kita, terutama di rumah-rumah keluarga
muslim semakin sepi dari bacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Hal ini disebabkan karena
terdesak dengan munculnya berbagai produk sains dan tehnologi serta derasnya arus
budaya asing yang semakin menggeser minat untuk belajar membaca Al-Qur'an,
sehingga banyak anggota keluarga tidak bisa membaca Al-Qur'an. Karena itu
penelitian yang berjudul Hubungan Kemampuan Siswa membaca Al-Quran dengan
Metode Pembelajaran ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa dalam
membaca Al-Qur?an, untuk mengetahui metode yang digunakan guru dalam proses
belajar mengaji dan untuk mengetahui hubungan kemampuan siswa dalam mengaji
Al-Qur?an dengan metode pembelajaran guru.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif field reseach. Data
dikumpulkan melalui observasi, angket dan wawancara serta dokumentasi, dengan
sampel penelitian sebanayak 48 siswa yang diambil dari kelas VIIIA dan VIIIB.
Analisis dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis prosentase dan korelasi
product moment yang melihat hubungan antar kedua variabel yang mengahsilkan t
hitung serta dikonsultasikan dengan derajat kebebasannya menggunakan tabel t pada
taraf signifikansi 5% dan 1%..
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama,Kemampuan siswa membaca
Al-Qur?an dapat dikatagorikan sedang, hal ini dapat dilihat pada hasil belajar siswa
yang diambil dari nilai praktek membaca Al-Qur?an sebanyak 5 orang (10,42%)
tergolong tinggi, yang tergolong sedang 25 orang (52,08 %), dan yang tergolong
rendah 18 orang (37,5%). Dengan demikian kemampuan membaca Al-Qur?an pada
mata pelajaran BTA berada pada katagori ?sedang? yaitu sebanyak 25 orang siswa
(52,08%) dari 48 orang siswa yang menjadi sampel.
Kedua, metode Pembelajaran Guru dapat dikatagorikan sedang, hal ini dapat
dilihat pada hasil analisa angket yang disebarkan kepada siswa sebanyak 30 orang
(62,5%) dari 48 orang siswa yang menyatakan bahwa Metode Pembelajaran Guru
adalah sedang, sedangkan 11 orang siswa (22,91%) yang menyatakan bahwa Metode
Pembelajaran Guru adalah tinggi, dan yang tergolong rendah sebanyak 7 orang
(14,59%). Dengan demikian Metode Pembelajaran Guru berada pada katagori
?sedang? yaitu sebanyak 30 orang siswa (62,5%) dari 48 orang siswa yang menjadi
sampel dalam penelitian ini.
Ketiga, ada hubungan antara kemampuan membaca Al-Qur?an dengan
Metode Pembelajaran Guru di MTs Khoirul Kasbi. Hal ini dapat dilihat dari hasil
nilai rxy 0,752 tersebut jauh lebih besar dari harga tabel ?r? baik pada taraf signifikasi
5% sebesar 0,273, taraf signifikan 1%, sebesar 0,354.