Abstract :
Penelitian ini mendeskripsikan sejarah dan perkembangan tradisi Ngocek
Bawang. Tradisi Ngocek Bawang ini merupakann tradisi dalam penyiapan
perlengkapan acara nikah, yang dilaksanakan sehari sebelum acara pernikahan atau
perkawinan dilaksanakan. Latar belakang penelitian ini karena adanya keresahan
kegelisahan peneliti banyaknya tradisi yang hilang karena tidak dilestarikan, Ngocek
Bawang merupakan tradisi turun temurun dari nenek moyang maka dengan demikian
penulis tertarik meneliti agar tradisi ini tetap ada tidak hilang seiring kemajuan
zaman.Tujuan utama dari tradisi ini yakni untuk mempererat silaturahmi, antar
keluarga hajatan, dan masyarakat. Sekaligus bergotong royong dalam meringankan
pekerjaan dan ekonomi. Kerangka pikir dari pokok permasalahan ini, yaitu: [1]
Sejarah tradisi ngocek bawang pra pernikahan masyarakat Desa Santapan Barat; [2]
Perkembangan tradisi ngocek bawang pra pernikahan masyarakat Desa Santapan
Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologis-historis. Bersifat deskriptif
kualitatif, sehingga disajikan secara narasi. Sumber data primer dalam penelitian
diperoleh dari lokasi penelitian, dan sumber data diperoleh melalui buku-buku, jurnal,
skripsi dan internet dan dokumen pemerintahan Desa Santapan Barat. Metode yang
digunakan adalah metode penelitian sejarah dengan empat tahap, yakni Heuristik,
Verifikasi (kritik sumber), Interpretasi, dan Historiografi. Sedangkan teori
menggunakan teori fungsionalisme struktural dan Resiprositas.
Temuan dalampenelitian ini ialah tradisi ngocek bawang ini muncul sejak
zaman nenek moyang karena buruknya ekonomi pada saat dijajah Belanda. karena
hasil kesepakatan musyawarah bersama dalam hal kebaikan dapat membantu
meringankan beban ekonomi jadi tradisi ini masih dilaksanakan sampai sekarang
walaupun sedikit ada perkembangan. Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh dua
faktor, internal dan eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi perubahan dalam
tradisi Ngocek Bawang, yaitu pada penyederhanaan aktivitas, prosesi, dan tata cara
penyajian material-material atribut dan hidangan. Sedangkan faktor eksternal meliputi
masuknya unsur-unsur faham materialistis, teknologi, serta meningkatnya hubungan
dengan masyarakat lain, di luar Desa Santapan Barat. Dalam penelitian adanya aspek
resiprositas yang terkandung dalam tradisi Ngocek Bawang. Kegiatan memasak
saling membantu warga yang mengadakan acara pernikahan, silaturahmi saling
memberi (Ngenjok) baik materi maupun non materi antar masyarakat.