Abstract :
Penguatan pendidikan karakter merupakan proses pembentukan, transformasi
dan pengembangan potensi peserta didik di seluruh Indonesia agar senantiasa
berpikiran baik, berhati baik dan berperilaku baik. Implementasi penguatan
pendidikan karakter di dasari oleh pertimbangan bahwa apa yang selama ini
dilakukan barulah sebatas mengembangkan kecerdasan akademis pada peserta didik.
Penelitian ini akan mengangkat bagaimana karakter religius pada peserta didik,
bagaimana implementasi penguatan pendidikan karakter religius pada peserta didik
dan apa saja faktor pendukung dan penghambat implementasi penguatan pendidikan
karakter religius pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Palembang.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter religius pada peserta didik,
implementasi penguatan pendidikan karakter religius pada peserta didik dan faktor
pendukung dan penghambat implementasi penguatan pendidikan karakter religius
pada peserta didik kelas XI di SMA Negeri 13 Palembang. Jenis penelitian ini adalah
penelitian lapangan dimana peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh
data dan informasi. Penelitian ini disajikan dalam bentuk desktiptif dengan tujuan
mengambarkan suatu proses yang terjadi dilapangan. Adapun objek penelitian ini
adalah peserta didik yang berjumlah 39 orang. Jenis data pada penelitian ini adalah
data kualitatif di peroleh dari kata-kata berupa analisis dan data kuantitatif berbentuk
angka-angka seperti jumlah peserta didik, guru, sarana dan prasarana dan lain-lain.
Adapun sumber data pada penelitian ini adalah data primer terdiri dari peserta didik,
guru dan kepala sekolah dan data sekunder terdiri dari buku-buku, laporan, jurnal dan
lain-lain. Sedangkan pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Teknik
pengumpulan data yang digunakan: observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan tiga langkah analisis data, yang
terdiri dari: Reduksi Data, Penyajian Data dan Penarikan Kesimpulan.
Hasil penelitian yang dilakukan peneliti yaitu, pertama, karakter religius
peserta didik sudah cukup baik terlihat dari mereka antusias menjalankan ibadah
masing-masing, menghargai dan menghormati perbedaan agama dengan menjunjung
tinggi sikap toleransi dan ini perlu dikembangkan lagi. Kedua, implementasi
penguatan pendidikan karakter religius pada peserta didik melalui kegiatan rutin,
pembelajaran, keteladanan, pengkondisian, ekstrakurikuler, kegiatan di rumah dan
masyarakat. Dalam kegiatan pembelajaran di kelas guru menjadi tauladan dan
mengajak peserta didik untuk memiliki karakter religius yang baik sedangkan dalam
kegiatan di sekolah sudah ada budaya sekolah yang menanamkan karakter religius.
Ketiga, faktor penghambat implementasi penguatan pendidikan karakter religius pada
peserta didik adalah faktor pergaulan peserta didik yang buruk dan faktor kurangnya
perhatian orang tua terhadap pendidikan anaknya. Hal seperti ini perlunya kerja sama
pihak orangtua dan sekolah untuk mendukung penguatan pendidikan karakter religius
peserta didik. Sedangkan, faktor pendukung implementasi penguatan pendidikan
karakter religius pada peserta didik adalah faktor internal dalam sekolah, faktor
eksternal dengan kerja sama pihak luar sekolah dan faktor sarana prasarana.