Abstract :
Salah satu jenis usaha agribisnis hortikultura yang cukup banyak diusahakan oleh
para petani adalah cabai (Capsicum annum L). Konsumsi cabai dalam bentuk
bubuk semakin meningkat dengan berubahnya selera masyarakat yang semakin
menghendaki bentuk makanan siap saji. Pola perilaku pedagang dan lokasi
penjualan akan mempengaruhi kualitas dari bubuk cabai yang dijual serta
berdampak pada kesehatan konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
Angka Lempeng Total (ALT) dan bakteri gram (-) yang terkandung dalam bubuk
cabai yang dijual di pasar tradisional Sekip Ujung Palembang. Penelitian
dilaksanakan pada Oktober 2018 di Laboratorium Bakteriologi Analisis
Kesehatan Poltekkes Kemenkes Palembang. Jenis penelitian deskriptif kualitatif
dengan metode eksperimen dan teknik pengambilan sampel yaitu sampling jenuh
didapat tiga sampel bubuk cabai. Prosedur uji bakteriologis meliputi uji Angka
Lempeng Total (ALT) dan identifikasi jenis bakteri Gram (-) dengan kultur
biakan pada media Brain Heart Infussion (BHI), Mac Conkey (MC), pewarnaan
gram dan uji biokimia menggunkan media 17. Hasil penelitian menunjukkan
masing-masing sampel memiliki Angka Lempeng Total (ALT) melebihi standar
1x106
koloni/ml yaitu sampel A 1,62 x 106
, sampel B 1,82 x 106
dan sampel C
1,42 x 106
dan kultur biakan pada media Brain Heart Infussion (BHI) mengalami
keruh indikator adanya bakteri, media Mac Conkey (MC) koloni berpigmen
merah muda dan bermukoid, pada pewarnaan gram bakteri menyerap safranin
dinding sel berwarna merah serta berbentuk batang dan pada uji biokimia ketiga
sampel mengandung bakteri Klebsiella sp. Keseluruhan sampel bubuk cabai
memiliki Angka Lempeng Total (ALT) di atas standar mutu Rempah-Rempah
Bubuk SNI 01-3709-1995, yaitu 1x106
koloni/ml dan mengandung bakteri
Klebsiella sp. sehingga tidak layak konsumsi dalam kondisi mentah atau tanpa
dimasak.