Abstract :
Skripsi ini berjudul Peranan Pimpinan Wilayah Muslimat Nahdlatul
Ulama dalam meningkatkan Partisipasi Politik Perempuan di Sumatera Selatan.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif. Masalah yang diteliti dalam
skripsi ini adalah bagaimana peranan PW Muslimat NU Sumsel sebagai
organisasi masyarakat, bagaimana partisipasinya dalam meningkatkan partispasi
politik, tingkat partisipasi politiknya dan hambatan-hambatan yang dihadapi
dalam meningkatkan partisipasi tersebut. Adapun latar belakang peneliti
mengangkat judul ini di latar belakangi oleh Partisipasi politik Perempuan saat ini
semakin dibutuhkan dalam upaya pengintegrasian, kebutuhan Gender dalam
berbagai kebijakan publik dan menggolkan instrumen hukum yang sensitif gender
yang selama ini terabaikan dan banyak menghambat kemajuan perempuan di
berbagai sektor kehidupan, dalam dekade terakhir ini, masalah keterwakilan
perempuan dalam perpolitikan di Indonesia menjadi wacana yang penting dalam
upaya meningkatkan peran politik perempuan.
Dalam penelitian ini ada sumber data primer yang diperoleh dari ketua dan
anggota PW Muslimat NU serta anggota DPRD Provinsi dan buku-buku tentang
Partisipasi Politik dan Keterwakilan Politik Perempuan, sedangkan data sekunder
diperoleh dari skripsi, tesis, arsip-arsip, dokumentasi, pdf dan website yang terkait
dengan penelitian. Dalam menganalisis data peneliti menggunakan teknik analisa
data yaitu pertama, reduksi data Kedua, penyajian. Ketiga, verifikasi atau
penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yaitu organisasi Muslimat NU sangat berperan aktif
kepada masyarakat luas dalam kiprah dan keberadaannya, guna memberikan
pendidikan dan siar dakwah Islam yang mengajak dan membawa umat kearah
yang lebih baik untuk kemajuan bangsa dan agama dengan paham ahl sunnah
waljama?ah, pada periode 2011-2016 PW Muslimat NU Sumsel telah berusaha
mengembangkan potensi jama?ah dan jam?iyyah diseluruh wilayah yang ada di
provinsi Sumatera Selatan, agar keberadaan Muslimat NU ditengah masyarakat
membawa maslahat dan berdampak bagi ummat, dengan pelaksanaan program
kerjanya. Tidak hanya dalam bidang organisasi, sosial, kesehatan, lingkungan
hidup, perekonomian tetapi juga di dalam politik, meski mereka menampik
keterlibatannya dalam politik praktis tetapi dalam prakteknya PW Muslimat NU
melaksanakan serta mengikuti sosialisasi yang berhubungan dengan politik, dan
para kadernya yang berkompeten dilirik dan dicalonkan sebagai anggota legislatif
baik dari NU maupun partai, tetapi rendahnya keterwakilan perempuan PW
Muslimat NU dari Kuota 30% yang diberlakukan, bahwa hanya 3 orang anggota
PW Muslimat NU Sumsel yang maju sebagai calon legislatif dari total 13 orang
perempuan yang duduk di kursi legislatif, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor
diantarannya pendidikan politik, psikologis, serta keluarga.