Abstract :
Penelitian ini membahas tentang Pengaruh Penerapan Pendekatan
Pendidikan Matematika Realistik Inonesia (PMRI) dalam proses pembelajaran untuk
melihat tercapai atau tidaknya suatu tujuan pembelajaran, salah satunya dapat dilihat
dari hasil belajar siswa. Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran Matematika
pada umumnya adalah hasil belajar kurang dari KKM (kriteria ketuntasan minimal).
Dalam menangani masalah tersebut maka peneliti akan menerapkan Pendekatan
Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI). Sehingga rumusan masalah
yang diangkat dalam penelitian ini adalah sebagai berikut, bagaimana Penerapan
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada mata pelajaran
Matematika kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah II Palembang? Bagaimana hasil
belajar siswa yang diterapkan Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia
(PMRI) dan hasil belajar siswa yang tidak diterapkan Pendekatan Pendidikan
Matematika Realistik Indonesia (PMRI) pada siswa kelas IV mata pelajaran
Matematika di Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah II Palembang?, adakah pengaruh
Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) terhadap hasil
belajar siswa kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah Hijriyah II Palembang
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan pendekatan
kuantitatif. Bentuk desain true-experimental dalam bentuk posttest-only control
group. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara probability sampling dengan
teknik simple random sampling. Dalam memperoleh data penulis menggunakan
observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Teknik analisis data yang digunakan
adalah rumus t-test.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan terdapat pengaruh penerapan
pendekatan pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) terhadap hasil belajar
siswa. Persentase hasil belajar siswa kelas eksperimen yang mengunakan pendekatan
pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dengan kategori nilai tinggi ada
ada 3 orang siswa (9%), yang mendapatkan katagori sedang berjumlah 27 orang
siswa (79%), serta yang mendapatkan kategori rendah berjumlah 4 orang siswa
(12%). Sedangkan hasil belajar siswa kelas kontrol yang tidak mengunakan
pendekatan pendidikan matematika realistik indonesia (PMRI) dikategorikan tinggi
berjumlah ada 7 orang siswa (20%), yang mendapatkan katagori sedang berjumlah 19
orang siswa (54%), serta yang mendapatkan kategori rendah berjumlah 9 orang siswa
(26%)