Abstract :
Skripsi ini berjudul: ?Penerapan Model Scaffolding Dalam
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Kelas
VII MTs Ahliyah 1 Palembang.? Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah
(1) bagaimana hasil belajar siswa sebelum diterapkan model scaffolding? (2)
bagaimana hasil belajar siswa sesudah diterapkan pembelajaran model
scaffolding? (3) apakah ada pengaruh model scaffolding dalam meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak kelas VII di MTs Ahliyah
1 Palembang?. Tujuan penelitian ini mengetahui hasil belajar siswa sebelum dan
setelah diterapkan model scaffolding dan mengetahui pengaruh penerapan model
scaffolding untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII di MTs Ahliyah 1
Palembang.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ialah: Jenis
penelitian merupakan penelitian pre eksperimental. Jenis data dalam penelitian ini
menggunakan data kuantitatif terdiri dari data yang menunjukkan angka seperti
hasil pre-test dan post-test, jumlah guru, jumlah siswa dan sarana prasarana.
Sedangkan data kualitatif terdiri dari hasil wawancara kepada kepala sekolah,
guru mata pelajaran akidah akhlak, data yang bersifat menggambarkan sejarah
serta kondisi sekolah MTs Ahliyah 1 Palembang. Sumber data dalam penelitian
ini menggunakan data primer diperoleh dari kepala sekolah, guru dan siswa kelas
VIIA. Data sekunder diperoleh dari observasi serta dokumentasi sekolah. Populasi
adalah seluruh siswa MTs Ahliyah 1 Palembang yang berjumlah 171 siswa dan
sampel pada penelitian ini adalah siswa kelas VII A yang berjumlah 30 siswa.
Teknik pengumupulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi
dan tes. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan uji t.
Hasil pada penelitian ini adalah yang pertama, hasil belajar siswa
sebelum penerapan model scaffolding tergolong dalam kategori rendah sebanyak
13 orang siswa dengan presetase 43,34%. Sedangkan dalam kategori sedang
sebanyak 11 siswa dengan prsentase 36,66% dan kategori tinggi sebanyak 6 orang
siswa dengan presentase 20,00%. Kedua, hasil belajar siswa setelah menggunakan
penerepan model scaffolding tergolong dalam kategori sedang sebanyak 19 orang
siswa dengan presentase 63,33%. Sedangkan siswa yang tergolong rendah turun
sebanyak 5 siswa dengan presentase 16,77% dan tergolong tinggi sebanyak 6
orang siswa dengan presentase 20,00%. Ketiga, penerepan model scaffolding
memiliki pengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti dari
hasil perhitungan test t lebih besar dari t tabel, baik taraf signifikan 5% maupun
taraf 1% dengan rincian 2,03<9,80>2,76 yang berati Ha diterima dan Ho ditolak.
Maka kesimpulan dari penelitian yakni terdapat peningkatan yang cukup
signifikan terhadap hasil belajar siswa kelas VII A di MTs Ahliyah 1 Palembang.