Abstract :
Gaya belajar merupakan cara yang lebih kita sukai dan merasa paling efektif
dan efisien dalam melakukan kegiatan berfikir, memperoses, dan mengerti suatu
informasi. Secara umum kita menggunakan tiga preferensi sensori, yaitu berdasarkan
pada visual (penglihatan), auditorial (pendengaran), dan kinestetik (sentuhan dan
gerakan). Namun walau pun kita cenderung pada satu jenis preferensi ini tidak berarti
bahwa preferensi sensori lain tidak baik. Semua baik, tergantung mana yang kita rasa
paling sesuai untuk diri kita, karena gaya belajar merupakan ciri khas yang dimiliki
oleh setiap individu. Siswa berprestasi merupakan siswa yang telah meraih sesuatu
hasil dari apa yang diusahakannya. Dalam meraih sesuatu tak lepas dari cara untuk
memperolehnya, salah satu yang dapat kita ketahui yaitu gaya belajar.
Skripsi ini membahas ?Analisis Gaya Belajar Siswa Berprestasi dalam
Pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas V SDN I Purwosari Kec. Lais Kab. Musi
Banyuasin?. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar siswa berprestasi
dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah
metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan
dalam penelitian ini ialah siswa berprestasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia
kelas V yang berjumlah 4 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara
observasi, wawancara, dokumentasi, dan trianggulasi. Serta dalam menganalisis data
dalam penelitian ini menggunakan model Milles dan Hubberman yaitu reduksi data,
display data, dan verifikasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Siswa berprestasi di kelas V SDN I
Purwosari menunjukkan kombinasi gaya belajar VAK, (Visual, Auditorial, dan
Kinestetik). Kecenderungan gaya belajar VAK antar siswa berprestasi berbeda-beda.
Dari empat siswa berprestasi terdapat dua kecenderungan yaitu gaya belajar visual
dan auditorial. Satu siswa berprestasi yang cenderung menggunakan gaya belajar
visual dengan porsi visual > auditorial > kinestetik, sedangkan yang lain cenderung
pada gaya belajar auditorial. Dua siswa berprestasi yang cenderung pada gaya belajar
auditorial dengan porsi auditorial > kinestetik > visual, dan satu siswa berprestasi
yang cenderung pada gaya belajar auditorial dengan porsi auditorial > visual >
kinestetik. Kecenderungan karakteristik gaya belajar VAK pada keempat siswa
berprestasi menggambarkan beberapa karakteristik setiap gaya belajar, yaitu visual
belajar melalui membaca dan menulis, dan berpenampilan dapi. Auditorial belajar
dengan menyimak dan berdiskusi, mudah terganggu oleh kegaduhan, suka berbicara
secara langsung (verbal), dan suka berbicara sendiri saat berfikir sedangkan
kinestetik, siswa aktif bergerak saat belajar serta menggunakan isyarat tubuh.
Oleh karna itu setiap individu memiliki kekhasannya masing-masing dan memiliki
kecenderungan pada salah satu dari gaya belajar vak (visual, auditorial, dan
kinestetik) dan semua gaya belajar itu baik tergantung pada individu masing-masing.