Abstract :
Penelitian ini berjudul dengan pengaruh gaya kepemimpinan
demokratis/partisipatif terhadap motivasi dan kepuasan kerja guru di SMA
Mafaza Lubuklinggau.
Adapun permasalahan dalam penelitian ini seperti terdapat kecendrungan
motivasi kerja guru masih terbilang rendah misalnya sering datang terlambat
datang ke sekolah, sering mengeluh terhadap masalah-masalah kerja, jarang
terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial di sekolah. Jadi tujuan dalam penelitian ini
1) Untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja guru
di SMA Mafaza Lubuklinggau, 2) Untuk menganalisis pengaruh gaya
kepemimpinan terhadap kepuasan kerja guru di SMA Mafaza Lubuklinggau.
Penelitian dilaksanakan di SMA Mafaza Lubuklinggau dengan pendekatan
ex post facto. Jumlah populasi sebanyak 83 orang. Sampel penelitian dipilih
dengan menggunakan metode purposive random sampling. Analisis data
menggunakan metode analisis kuantitatif dan pendekatan kuantitatif dengan
bantuan program statistik Seri 22.0. Angket dibuat berdasarkan indikator dari
berbagai variabel dalam penelitian ini, langkah selanjutnya diuji coba validitas
dan reliabilitas serta dilanjutkan dengan uji prasyarat yang terdiri dari uji
normalitas, uji homogenitas dan uji linieritas. Berikutnya dilakukan dengan uji
hipotesis dengan cara regresi linier sederhana,uji beda T-Test dan analisis
koefisien determinasi (R2) .
Dari analisis tersebut diperoleh hasil sebagai berikut; (1) Terdapat
pengaruh gaya kepemimpinan terhadap motivasi kerja guru di SMA Mafaza
Lubuklinggau. Secara parsial, gaya kepemimpinan demokratis/partisipatif
diketahui menjadi variabel yang berpengaruh terhadap motivasi kerja guru,
sedangkan gaya kepemimpinan otoriter dan situasional tidak berpengaruh
terhadap motivasi kerja guru di SMA Mafaza Lubuklinggau. Secara simultan,
gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap motivasi kerja guru, diketahui memberi
sumbangan efektif sebesar 21% terhadap motivasi kerja guru (2) Terdapat
pengaruh gaya kepemimpinan demokratis/partisipatif terhadap kepuasan kerja
guru di SMA Mafaza Lubuklinggau. Secara parsial, gaya kepemimpinan
demokratis/partisipatif diketahui menjadi variabel yang berpengaruh terhadap
kepuasan kerja guru, sedangkan gaya kepemimpinan otoriter dan situasional tidak
berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru di SMA Mafaza Lubuklinggau. Secara
simultan, gaya kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja guru,
diketahui memberi sumbangan efektif sebesar 24% terhadap kepuasan kerja guru.