Abstract :
Pyricularia oryzae merupakan fungi yang menyebabkan penyakit blas pada
tanaman padi. Pengendalian penyakit ini biasanya menggunakan pestisida sintetik,
namun pestisida ini berdampak negatif pada lingkungan dan kesehatan manusia.
Oleh sebab itu diperlukan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan aman
dengan menggunakan ekstrak biji jarak pagar (Jatropha curcas L.). Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak biji jarak pagar dan konsentrasi
optimum ekstrak biji jarak pagar dalam menghambat pertumbuhan fungi P. oryzae
secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman
Pangan Sumatera Selatan. Serbuk biji jarak pagar diekstraksi dengan metode
maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Uji antifungi dilakukan dengan
menggunakan modifikasi metode difusi agar menggunakan pelubang gabus dan
konsentrasi yang digunakan adalah 0% (v/v), 25% (v/v), 50% (v/v), dan 100%
(v/v). Hasil yang didapat berupa diameter pertumbuhan fungi P. oryzae yang
dianalisis statistik menggunakan analisis sidik ragam dan dilanjutkan uji BNT.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji jarak pagar dapat menghambat
pertumbuhan fungi P. oryzae secara in vitro. Perlakuan ekstrak biji jarak pagar
dengan konsentrasi 100% paling optimum dalam menghambat pertumbuhan fungi
P. oryzae dengan persentase penghambatan terbesar yaitu 59,3% dan rerata
diameter pertumbuhan fungi terkecil yaitu 3,66 cm.