Abstract :
Tradisi sedekah Apam merupakan suatu ritual yang dilakukan masyarakat
desa Jambu untuk meminta kepada Allah SWT supaya memberikan tanah yang subur
dan hasil panen padi yang melimpah, penelitian ini mendeskripsikan sejarah
timbulnya tradisi sedekah Apam dan proses pelaksanaan serta pandangan masyarakat
terhadap tradisi sedekah Apam di desa Jambu Kecamatan Gelumbang Kabupaten
Muara Enim secara kualitatif. Penelitian ini merupakan studi lapangan yang
menggunakan pendekatan Antropologi. Penelitian ini akan memaparkan kejadian
masa lalu dan masa sekarang khususnya tradisi sedekah Apam di desa Jambu.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian adalah sumber data primer dan sumber
data sekunder. Sumber data primer ialah data yang berasal dari pemangku adat, tokoh
agama, kepala desa Jambu, dan warga setempat. Sedangkan sumber data sekunder
yaitu data yang diperoleh dari buku-buku, dan tulisan-tulisan yang berkenaan dengan
masalah penelitian. Semua sumber direkam melalui tahapan-tahapan normatifnya,
yaitu heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Teknik pengumpulan data
adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi, analisis yang digunakan untuk
menjawab permasalahan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif yaitu teknik yang
mendeskripsikan atau memberikan gambaran fenomena terhadap suatu objek
penelitian yang diteliti melalui data yang telah terkumpul dan membuat kesimpulan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu sejarah sedekah Apam yang
dipercaya masyarakat desa Jambu untuk menyelamati atau menyedekahi sawah yang
dimiliki, agar hasil panen padi melimpah ruwah, maka masyarakat desa Jambu setiap
1 tahun sekali 1 bulan sebelum masa tanam padi mengadakan sedekah Apam. Proses
pelaksanaan tradisi sedekah Apam mempunyai tiga tahapan yaitu: tahap persiapan,
tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Serta pandangan masyarakat desa Jambu
kecamatan gelumbang Kabupaten Muara Enim dari sejarah awal timbulnya tradisi
sedekah Apam hingga sekarang mendapat pandangan yang sangat baik dan tidak ada
penolakan sama sekali dari warga setempat.