Abstract :
Ulat grayak (Spodoptera litura) adalah hama yang sering sekali mengganggu
tanaman hortikultura seperti cabai, kacang panjang dan sebagainya. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui apakah kulit bawang merah berpotensi sebagai pestisida
alami, dan untuk mengetahui dosis yang optimum serta dapat memberikan
sumbangsih pada dunia pendidikan dan pertanian. Hewan yang diuji adalah 10 ekor
ulat grayak (Spodoptera litura), dengan empat perlakuan dan enam pengulangan.
Metode penelitian dengan cara menyemprotkan rendaman kulit bawang merah ke
dalam toples yang berisi ulat grayak setiap 10 menit sekali selama 6 jam, dan
menyemprotkan Yasithrin 30 EC ke dalam toples yang berisi 10 ulat grayak selama 6
jam. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak
Lengkap (RAL) dengan analisis ANAVA dan uji lanjutan Beda Nyata Terkecil
(BNT). Hasil penelitian ini menunjukkan rendaman kulit bawang merah (Allium
ascalonicum L.) dalam berbagai perlakuan dan lama pengaplikasian memiliki
pengaruh yang efektif terhadap kematian ulat grayak (Spodoptera litura), dengan
dosis optimum pada perlakuan keempat yang membunuh 32 ulat atau 53,3 % dalam
waktu 360 menit dan sebagai pedoman praktikum pada materi hama dan penyakit
pada tumbuhan di MTs Patra Mandiri Plaju serta rendaman kulit bawang merah ini
dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pestisida bagi para petani hortikultura khusunya
di wilayah Ogan Ilir dan sekitarnya. Berdasarkan hasil uji analisis sidik ragam
(ANSIRA) diketahui bahwa bahwa F hitung > F tabel yaitu untuk F hitung perlakuan
(118,6 > 4,94) pada taraf 1%. Dosis optimum rendaman kulit bawang merah yang
efektif untuk membunuh hama ulat grayak (Spodoptera litura) yaitu perlakuan
keempat (30 lembar) kulit bawang merah.