Abstract :
Dari fenomena yang saya dapatkan. Tingkat pertumbuhan ekonomi
kerajinan ukiran dalam dua tahun belakangan ini penjualan mengalami penurunan
hingga mencapai 40 persen. Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat daya beli
masyarakat menjadi berkurang. Saat ini tumpukan lemari hasil ukiran ini masih di
pajang karena belum membaiknya minat beli konsumen. Dulu berdiri puluhan
gerai ukiran kayu yang menawarkan kerajinan ukiran dari segala macam
perabotan rumah tangga, tetapi sekarang hanya tinggal belasan usaha saja yang
masih bertahan dari permasalahan tersebut ditarik sebuah kesimpulan dalam
penelitian ini bertujuan mencari pengaruh variabel lokasi dan harga terhadap
variabel keputusan beli
Teknik pengolahan data dalam penelitian ini menggunakan SPSS16 dan
Eviews7. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
analisis dengan pendekatan kuantitatif. Metode deskriptif analisis ditujukan untuk
menggambarkan dengan jelas bagaimana pengaruh lokasi dan harga kerajinan
ukiran kayu tembesu terhadap keputusan beli di 19 Ilir Kota Palembang.
Sedangkan, kuantitatif dalam peneltian ini diperoleh dari data kuesioner,
wawancara dan observasi pada kerajinan ukiran kayu tembesu di 19 Ilir Kota
Palembang. Model regresi yang digunakan adalah metode analisis regresi linier
berganda dengan menggunakan Data Primer Eksternal yang merupakan data yang
diperoleh secara langsung dari sumber asli atau pihak pertama.
Hasil dari penelitian ini berkesimpulan, terdapat pengaruh secara positif
dan signifikan variabel lokasi dan harga kerajinan ukiran kayu tembesu terhadap
keputusan beli secara simultan, dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 53,676
lebih besar dari Ftabel sebesar 4,01.