Abstract :
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada saat
guru menjelaskan pelajaran akidah akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah
Palembang dengan menggunakan metode ceramah. Selanjutnya, peneliti mencari
alternatif model pembelajaran yang lain yang cocok digabungkan dengan metode?metode yang lain yaitu dengan menggunakan Model Pembelajaran Non Directive
(Pembelajaran Tidak Langsung). Model Pembelajaran Non Directive dapat membuat
siswa lebih fokus dan mengetahui secara langsung dalam keadaan nyata dengan
melihat kejadian atau fakta yang terjadi di lingkungan mereka. Oleh sebab itu,
permasalaan dalam penelitian ini meliputi: 1) Bagaimana hasil belajar siswa sebelum
diterapkan model pembelajaran Non Directive pada mata pelajaran Aqidah Akhlak
siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah Palembang. 2) Bagaimana
hasil belajar siswa sesudah diterapkan model pembelajaran Non Directive pada mata
pelajaran Aqidah Akhlak siswa kelas V di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah
Palembang. 3) Bagaimana perbedaan antara hasil belajar siswa sebelum diterapkan
model pembelajaran Non Directive dan hasil belajar siswa sesudah diterapkan model
pembelajaran Non Directive pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas V di Madrasah
Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah Palembang.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan penggunaan pre?experimental designs bentuk one-group pretest-postest design sedangkan teknik
pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti adalah wawancara, dokumentasi,
observasi, dan tes. Dalam penelitian ini kelas yang menjadi sampel penelitian adalah
kelas VA sebanyak 29 siswa. Untuk mengetahui hasil belajar siswa peneliti
membagikan tes berupa 20 soal pilihan ganda kepada seluruh siswa.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Non
Directive tehadap hasil belajar siswa kelas V pada mata pelajaran aqidah akhlak di
Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah Islamiyah Palembang mengalami peningkatan. Hal
tersebut dapat dilihat dari persentase hasil belajar siswa pada saat pretest yaitu yang
tergolong kategori nilai tinggi sebanyak 4 orang siswa (14%), nilai sedang ada 17
orang siswa (59%) dan nilai rendah ada 8 orang siswa (27%) sedangkan pada posttest
yang tergolong kategori nilai tinggi ada 6 orang siswa (21 %), nilai sedang ada 17
orang (58%) dan nilai rendah ada 6 orang siswa (21%). Hipotesa alternatif diterima
atau disetujui dengan perincian t0 lebih besar dari tt baik pada taraf signifikan 1%
maupun 5% dengan perincian 2,05<9,67>2,76. Jadi terdapat perbedaan yang
signifikan antara hasil belajar sebelum dan sesudah penggunaan Model Pembelajaran
Non Directive pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Tarbiyah
Islamiyah Palembang.