Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sejarah perkembangan
kesenian Dambus dan menggali nilai Islam serta makna yang terkandung dalam syair
kesenian Dambus di Kelurahan Kenanga Kecamatan Sungailiat Kabupaten Bangka.
Dalam metode penelitian menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan
sumber data, yaitu data primer yang berasal dari wawancara terhadap seniman
Dambus, pengrajin Dambus, tokoh adat, dan masyarakat setempat. Selanjutnya
sumber skunder, diperoleh dari buku-buku yang berhubungan dengan tema yang
dibahas. Untuk mengkaji kesenian Dambus ini, peneliti menggunakan teori Levi
Strauss yang mengungkap tentang fenomena kuultural yang bersifat simbolik yakni
bahasa yang digunakan dalam syair kesenian Dambus, untuk memahami makna yang
tersirat dalam syair kesenian Dambus menggunakan teori semiotik Riffatere dengan
pembacaan hermenutika serta untuk mengetahui nilai-nilai Islam atau nilai moral
yang terkandung dalam syair kesenian Dambus peneliti menggunakan teori dari
Kluckhon. Dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan Sepuluh syair Dambus yang
diperoleh dari seniman Dambus di Kelurahan Kenanga.
Dambus awal munculnya adalah alat musik tunggal yang dimainkan secara
individu sambil mendendangkan syair yang sesuai dengan perasaan hati. Syair
kesenian Dambus ini adalah sejenis pantun berlagu yang mana antara syair dan musik
saling beriringan. Kesenian Dambus di Kelurahan Kenanga mempunyai tiga fungsi
yaitu: fungsi keagamaan, fungsi pendidikan dan fungsi hiburan dan sering
ditampilkan dalam acara-acar pernikahan, hari besar Islam dan event kebudayaan.
Kesenian Dambus ini adalah kesenian tradisional masyarakat di Pulau Bangka serta
sudah di patenkan menjadi warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
Kesenian Dambus ini dapat dijumpai disetiap daerah di Pulau Bangka yang
terus dikembangkan sampai saat ini, terlihat sudah adanya usaha pemerintah untuk
melestarikan kesenian Dambus seperti: sudah menjadi kegiatan ekstrakulikuler di
sekolah-sekolah dan telah didirikan sanggar seni budaya untuk melestarikan kesenian
Dambus di Pulau Bangka khususnya Kelurahan Kenanga.