Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan kebudayaan
masyarakat Islam di Kota Palembang. Salah satu hasil dari kebudayaan adalah
bangunan rumah ibadah umat Islam, yaitu masjid. Masjid menjadi sumber segalah
aktifitas umat Islam. Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif
dengan menggunakan data primer, yaitu bangunan-bangunan rumah ibadah Islam di
Kota Palembang, keterangan dari wawancara pengurus masjid, kontraktor masjid dan
doukumen-dokumen masjid. Untuk sumber sekunder di dapat dari Badan Pusat
Statistik Kota Palembang, Departemen Agama Provinsi Sumatera Selatan, literatur?literatur seperti ensiklopedia masjid, buku-buku, internet dan wawancara tertulis pada
masyarakat.
Proses penelitian adalah dengan menggunakan ilmu sosiologi dengan
pendekatan ilmu antropologi kebudayaan. Dalam aktivitas penelitian membuktikan
teori-teori akademisi yang mengarahkan kepada objek penelitian, baik teori
penjelasan atau teori material yang disusun secara narasi. Dalam penelitian
mengobservasi masjid-masjid di Kota Palembang, mempelajari alur material
pembangunan, kemudian menganalisa data dengan bantuan buku-buku yang sesuai
dengan objek kajian. Menggunakan istilah-istilah yang sudah di gunakan penulis?penulis sebelumnya, seperti atap mustaka, atap tajuk, dan atap undak. Dengan itu,
peneliti memulai mempelajari tipologi atap masjid tradisional Indonesia, dan tipologi
atap masjid tradisional Sumatera Selatan. Setelah mempelajari atap masjid tradisional
peneliti juga mempelajari masjid-masjid transisi atau diistilahkan dengan masjid
tradisi (tradisionalitas). Setelah selesai menganalisa masjid tradisi, dilanjutkan dengan
menganalisa masjid modern berkubah.
Sehingga dapat mengklasifikasikan jenis-jenis atap masjid, yang terdapat
sebelas jenis penerapan atap masjid di Kota Palembang (2017 M). Begitupun dapat
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi transformasi atap masjid di Kota
Palembang. Secara umum atap masjid di Kota Palembang telah mengalamai
transformasi berkelanjutan, dari tradisional, masjid tradisi, masjid modern, dan mulai
menuju masjid postmodernisme. Peneliti sangat tertarik, karena akan dapat mengetahui pertumbuhan kebudayaan masyarakat Islam di Kota Palembang. Pokok
bahasan dalam penelitian ini adalah bentuk atap saja. Bentuk atap masjid bertingkat
dan bentuk atap masjid modern berkubah. Sehingga transformasi dilihat dari
perubahan penggunaan atap masjid dari atap yang bertingkat-tingkat berproses ke
penggunaan bentuk atap kubah. Penelitian ini bukan membahas arsitektur suatu
bangunan masjid, karena arsitektur membahas lebih luas, dari level makro dan level
mikro.