Abstract :
Penelitian ini merupakan suatu kajian terkait pemikiran tokoh dalam
bidang pendidikan akhlak dengan menyoroti salah satu tokoh Islam yaitu Syekh
Umar bin Achmad Baradja. Analisis dalam kajian ini hanya difokuskan pada
pemikiran dan kontribusinya dengan generasi alpha. Pemikiran tersebut meliputi
urgensi pendidikan akhlak, ruang lingkup pendidikan akhlak, macam-macam
akhlak yaitu yang terbagi atas dua macam, akhlak mahmudah (sopan santun, jujur,
taat, menghormati orang tua, dan beradab), serta akhlak mazmumah (tidak sopan,
munafik, iri dengki/hasad). Semua pembahasan tersebut diintegrasikan dalam
rentang anak usia dini yaitu usia 0 sampai dengan 8 tahun pada generasi alpha.
Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan (library research) dengan jenis
data kualitatif. Peneliti mendapatkan data dalam penelitian ini melalui pendekatan
biografi tokoh, historis (sejarah), serta fenomenologi. Data-data yang dilibatkan
dalam penelitian ini adalah data primer yang berupa kitab karya Syekh Umar bin
Achmad Baradja serta data sekunder yang berupa Al-Qur?an, hadits, buku-buku
pendidikan akhlak seperti buku Yatimin Abdullah, Yunahar Ilyas serta berbagai
jurnal lainnya yang terkait dengan pendidikan akhlak anak usia dini pada generasi
alpha. Penelitian ini akhirnya menemukan pokok-pokok pemikiraan terkait
pendidikan akhlak anak usia dini menurut Syekh Umar bin Achmad Baradja.
Pendidikan akhlak anak usia dini adalah suatu proses pengubahan tingkah laku
individu pada kehidupan pribadi, atau sarana yang mengantarkan seseorang agar
menjadi orang yang berakhlak baik (akhlakul karimah). Sederhananya dalam
pemikiran Syekh Umar bin Achmad Baradja kenapa pendidikan akhlak harus
diberikan kepada anak sejak dini karena akan berdampak positif bagi
pertumbuhan dan perkembangan anak di masa yang akan datang. Kontribusi
Syekh Umar bin Achmad Baradja melalui pemikirannya tentang pendidikan
akhlak ini masih sangat berhubungan dengan kondisi generasi alpha saat ini.
Walaupun dengan karakteristik zaman yang berbeda melahirkan karakteristik
generasi yang berbeda pula. Namun substansi dari pokok permasalahannya masih
sama dan urgensi dari pendidikan akhlak anak usia dini semakin dibutuhkan pada
era alpha ini. Sehingga berbagai solusi tersebut masih bisa digunakan pada
generasi sekarang yaitu generasi alpha. Namun, ada beberapa hal yang harus
disesuaikan dengan perubahan yang ada. Karena perubahan dalam sebuah proses
perkembangan adalah sebuah keniscayaan.