Abstract :
Fungi mikoriza arbuskular (FMA) adalah salah satu jamur mikoriza yang mampu
berasosiasi simbiosis mutualistik dengan tanaman yang terjadi pada sistem
perakaran.Kayu putih (Melaleuca cajuputi) merupakan tanaman multifungsi yang
mampu menjadi sumber obat dan juga merupakan tumbuhan pionir yang dapat
tumbuh di lahan kritis, sehingga penting untuk dibekali dengan FMA agar memiliki
tingkat kelangsungan hidup yang tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
efektivitas aplikasi FMA terhadap pertumbuhan kayu putih (Melaleuca
cajuputi).Parameter pertumbuhan terdiri dari variabel pertambahan tinggi (cm),
diameter (mm), dan persen hidup semai (%).Selain itu, juga diukur kualitas semai
yaitu rasio pucuk-akar dan indeks kualitas semai.Infeksi FMA diukur berdasarkan
perhitungan persentase terinfeksi FMA pada akar (%). Sterilisasi menggunakan
autoklafdan drum juga merupakan perlakuan untuk mengetahui bagaimana sterilisasi
mendukung infeksi FMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan pola 2 x 2 x 5, terdiri dari 2
perlakuan FMA (diinokulasi dan tidak diinokulasi), 2 metode sterilisasi (autoklaf dan
drum), dan 5 ulangan, dengan 20 individu semai. Setelah 3 bulan pengamatan di
persemaian, inokulasi FMA secara signifikan meningkatkan tinggi, diameter,
persentase kelangsungan hidup, dan semua parameter kualitas semai kayu putih.
Media yang disterilisasi menggunakan drum juga signifikan lebih baik dalam
mendukung pertumbuhan semai kayu putih, jika dibandingkan dengan semai kayu
putih pada media yang disterilisasi menggunakan autoklaf, meskipun persentase
infeksi FMA pada akar lebih rendah. Oleh karena itu, inokulasi FMA dapat
meningkatkan pertumbuhan semai kayu putih dan sterilisasi drum dapat digunakan
sebagai metode sterilisasi alternatif yang efektif di persemaian.