Abstract :
Kayu salai (Glochidion sericeum) merupakan salah satu jenis tanaman lokal
Sumatera Selatan. Spesies ini mempunyai kandungan flavonoid yang tinggi
sehingga efektif dijadikan sebagai bahan baku obat degeneratif. Upaya konservasi
exsitu telah dilakukan di daerah KHDTK Kemampo. Perbanyakan kayu salai dapat
dilakukan dengan cara stek. Penambahan ZPT dilakukan untuk memperoleh
kualitas bibit yang baik. Penelitian ini menggunakan ZPT golongan auksin dengan
merk dagang Root-Up dan Wauxin. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui
pengaruh pemberian ZPT, kombinasi, serta korelasi yang terjadi antar variabel
pada pertumbuhan stek kayu salai. Tahapan Penelitian meliputi pengukuran
persentase hidup, panjang tunas, jumlah tunas, panjang akar, dan jumlah akar. Hasil
penelitian ini tidak memberikan pengaruh pada persentase hidup namun memberi
pengaruh sangat nyata pada variabel jumlah tunas, panjang tunas, jumlah akar, dan
panjang akar. Nilai korelasi yang kuat didapatkan pada variabel jumlah tunas
dengan jumlah akar 0,76 dan variabel jumlah tunas dengan panjang akar 0,68.
Penggunaan kombinasi ZPT Wauxin dengan konsentrasi 100 mg/L dapat
dimanfaatkan untuk produksi bibit kayu salai secara massal.