Abstract :
Penelitian ini dilatar belakangi oleh timbulnya fenomena yaitu banyaknya
pengguna sistem informasi baik itu pengguna internal maupun eksternal yang
tidak puas dengan kinerja sistem informasi yang telah dikembangkan ataupun
telah di terapkan oleh perusahaan tersebut. Salah satunya yaitu pada PT. Kereta
Api Indonesia (Persero) dalam penerapan sistem informasi Rail Ticketing System
(RTS) yang masih belum optimal, hal tersebut tampak dari masih banyaknya
keluhan yang dirasakan oleh karyawan akibat penggunaan sistem informasi RTS
sebagai sistem ticketing dan inventarisasi data pendapatan. Menurut pengguna,
masalah utama dalam sistem informasi tersebut adalah jaringan.
Metode penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif.
Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner pada 54 orang
responden dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Analisis dalam penelitian
ini dilakukan melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji
multikolinieritas, uji heterokedastisitas, uji regresi berganda, uji koefisien
determinasi, uji f, dan uji t dengan menggunakan bantuan SPSS 23.
Penelitian menemukan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif terhadap
kinerja karyawan, secara parsial dengan nilai Thitung 2,990 lebih besar dari nilai
Ttabel 2,009 dan signifikansinya 0,004< 0,05. Gaya kepemimpinan berpengaruh
positif terhadap kinerja karyawan, secara parsial dengan nilai Thitung 2,713 lebih
besar dari nilai Ttabel 2,009 dan signifikansinya 0,00< 0,05. Budaya organisasi
berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, secara parsial dengan nilai Thitung
2,236 lebih besar dari nilai Ttabel 2,009 dan signifikansinya 0,030< 0,05. Kepuasan
kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan, secara parsial dengan nilai
Thitung 2,428 lebih besar dari nilai Ttabel 2,009 dan signifikansinya 0,019< 0,05.
Motivasi kerja, gaya kepemimpinan, budaya organisasi dan kepuasan kerja
sama-sama atau secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kinerja karyawan.