Abstract :
Produk tabungan berjangka seperti deposito mudharabah memiliki
nisbah bagi hasil lebih besar dari produk tabungan biasa. Indikasi rate of
return sebagai persentase tingkat bagi hasil simpanan bank syariah
dipengaruhi oleh banyak faktor, salah satunya faktor yang mempengaruhi
persentase return bagi hasil yaitu Return On asset dan Biaya Operasional
terhadap Pendapatan Operasional.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat bagi hasil deposito
mudharabah. Menganalisis pengaruh Return On Asset (ROA), Biaya
Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), secara simultan
terhadap tingkat bagi hasil deposito mudharabah.
Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif statistik.
Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode dokumentasi dan
studi kepustakaan. Sumber data berasal dari data sekunder dengan teknik
Purposive Sampling. Data yang diambil melihat laporan keuangan
Triwulan Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2015-2017. Metode
analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda, uji
asumsi klasik, dan uji hipotesis (uji F dan uji t), pengolahan data dengan
menggunakan Program SPSS 16.0.
Hasil Pengujian secara parsial pengaruh ROA (X1) terhadap tingkat
Bagi Hasil deposito mudharabah, nilai t hitung = 3.495 dan nilai signifakansi
sebesar 0,001. jika dibandingkan dengan ttabel (1.985 maka thitung 1,985, dan nilai signifikansi 0,001< 0,05. maka hasil penelitian
menunjukkan bahwa ROA berpengaruh positif dan signifikan terhadap
tingkat bagi hasil deposito mudharabah. Pengujian parsial Variabel
independen X2 (BOPO) memperoleh nilai thitung=0,935 dan nilai
signifikansi 0,35. Maka hasil penelitian menyatakan bahwa BOPO tidak
berpengaruh terhadap tingkat Bagi Hasil deposito mudharabah.