Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Indeks Pembangunan Manusia
(IPM) di Provinsi Sumatera Selatan dengan periode tahun 2010-2016, dengan
melihat tingkat kemiskinan, pengeluaran pemerintah sektor pendidian dan sektor
kesehatan, dan pendapatan perkapita terhadap Indeks Pembangunan Manusia.
Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu jumlah penduduk miskin, alokasi
pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan sektor kesehatan serta PDRB
perkapita dan Indeks Pembangunan Manusia di 15 Kabupaten/Kota Provinsi
Sumatera Selatan pada tahun 2010-2016 dan selanjutnya diolah menggunakan
metode regresi data panel dengan program eviews 7.0 dan 10 sebagai alat
pengolahannya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia mampu
dijelaskan oleh Tingkat Kemiskinan, Pengeluaran Pemerintah Sektor Pendidikan
dan Sektor kesehatan, dan Pendapatan Perkapita sebesar 91.12% (Adj R
2
),
sedangkan sisanya yaitu sbesar 8,88% dijelaskan oleh variabel lain diluar model
penelitian. Selanjutnya secara parsial, probabilitas dari masing-masing variabel
independen menunjukkan, tingkat kemiskinan tidak berpengaruh terhadap IPM.
Pengeluaran pemerintah sektor pendidikan tidak berpengaruh terhadap IPM. Hal
ini menandakan bahwa pengeluaran pemerintah untuk sektor pendidikan belum
optimal baik dari penggunaannya dan alokasinya. Sedangkan untuk pengeluaran
pemerintah sektor kesehatan dan pendapatan perkapita berpengaruh signifikan
terhadap Indeks Pembangunan manusia di Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-
2016