Abstract :
Penelitian ini terkait dengan Implementasi Kebijakan Politik Strategis pada
Program Keluarga Berencana (KB) di Kota Palembang, yang berfokus pada
kesuksesan program KB di era Presiden Soeharto dengan melihat kondisi politik
strategis pada era Reformasi. Visi dan misi norma Keluarga Kecil Bahagia
Sejahtera (NKKBS) dalam program KB diprotes kaum reformis dengan alasan
HAM. Salah satu faktor yang juga dinilai turut andil dalam menghambat program
KB ialah kurangnya minat masyarakat dan komitmen dari kebijakan pemerintah.
Metode penelitian Komparatif dengan pendekatan Kualitatif, yang dilakukan
dengan observasi dan wawancara sebagai data primer. Sedangkan, data sekunder
diperoleh dari dokumentasi dan studi pustaka. Pada masa Presiden Soeharto,
menaruh perhatian besar pada program KB, bahkan program KB menjadi salah
satu indikator keberhasilan Indonesia termasuk tingkat daerah demi meningkatkan
kesejahteraan masyarakatnya. Oleh karena itu, implementasi kebijakan politik
strategis program KB sangatlah penting, karena dapat melihat tolok ukur
keberhasilan suatu wilayah dalam mengatasi permasalahan penduduknya.
Program KB merupakan Kebijakan Politik Strategis bagi Indonesia khususnya di
Kota Palembang. Teori Fenomenologi dari Edmund Hussserl dengan konsep
kesadaran, makna, dan pengalaman. Teori ini menjadi alat analisis dalam
penelitian kebijakan politik program KB yang merupakan pengalaman sebagai
suatu keberhasilan yang sukses dilakukan, dalam menekan angka laju
pertumbuhan penduduk dengan memaknainya sebagai tujuan untuk mencapai
kesejahteraan hidup dan menumbuhkan penduduk berkualitas. Sehingga,
fenomenologi pada program KB adalah suatu fenomena dalam menampakkan
keberhasilan yang telah menjadi pengalaman dengan segudang makna
didalamnya, yang berangkat dari sebuah kesadaran yang ada.
Kata Kunci: Kebijakan Politik, Program KB, Fenomenologi