Abstract :
Bahasa yang berkaitan erat dengan bahasa Indonesia adalah bahasa
Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009
telah sangat transparansi menjelaskan mengenai fungsi bahasa Indonesia
dan kapan bahasa Indonesia digunakan dan dalam situasi apa bahasa
Indonesia yang baik dan benar harus digunakan. Namun, kenyataannya
implementasi penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar tidak
berjalan sebagaimana mestinya. Banyak faktor yang memengaruhi
keadaan tersebut bisa terjadi, seperti kemajuan teknologi, masuknya
budaya asing, dan kurangnya pengetahuan persoalan bahasa Indonesia
yang baik dan benar. Oleh karena itu, menyusun konsep komunikasi Balai
Bahasa Provinsi Sumatera Selatan salah satu upaya yang dilakukan oleh
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dalam menyosialisasikan bahasa
Indonesia yang baik dan benar kepada masyarakat di wilayah Sumatera
Selatan. Peneliti menggunakan teori komunikasi Myers yang mencakup
beberapa dimensi, yaitu komunikator, pesan, bagaimana pesan
disampaikan, dan khalayak dengan metode penelitian kualitatif dan
mengumpulkan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dan
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep komunikasi
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dijalankan dengan baik dan cukup
berhasil dalam menyosialisasikan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan menerapkan konsep komunikasi
indikator-indikator dimensi yaitu indikator daya tarik, keahlian,
kepercayaan kualitas pesan, reptisi, media, komunikasi langsung,
spesifikasi perkerjaan, dan wawasan.