Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan
menguraikan perbandingan kebijakan dalam penanganan
Pandemi antara Spanish Flu pada tahun 1918 dan Pandemi
Covid-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan desain penelitian library research
(penelitian kepustakaan). Dengan artian, data yang diperoleh dari
sumber-sumber kepustakaan seperti buku, jurnal, disertasi dan
website media online yang berkaitan dengan teknik dokumentasi.
Penelitian ini mengungkapkan bahwa , (1) peroses penyebaran
pandemi influenza itu berawal dari pegawai pegawai perkebunan
dari singapura, influenza menyerang dengan dua gelombang,
dimna gelombang pertama virus itu masih bisa di kendalikan
sedangkan pada gelombang kedua virus influenza sudah bersifat
sangat destruktif. Pandemi covid-19 mulai masuk ke Indonesia
sejak terkinfirmasinya dua warga depaok yang positif covid-19.
Hal itu bermula dari pesta dansa yang di hadiri tidak hanya warga
Indonesia tetapi juga warga jepang yang menetap di Singapura.
(2) Kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah Hindia Belanda
selama pnademi influenza atau flu Spantol yaitu, Influenza
Commissie dan juga sosialisasi melalui pamflet dan buku
kemudian di buat semacam cerita yang berjudul: Lelara Influenza
dan Awas! Penyakit Influenza. Sedangkan penangan pandemi
Covid-19, pemerintah indonesia mengeluarkan beberapa
kebijakan diantaranya: Berdiam diri dirumah ( Stay at Home ),
Pembatasan sosial ( Social Distancing ), Pembatasan fisik (
Physical Distancing ), Penggunaan alat pelindung diri ( Masker ),
Menjaga kebersihan diri ( Cuci Tangan ), Bekerja dan belajar di
rumah, Menunda semua kegiatan yang membuat berkumpul
orang banyak ( menjauhi kerumunan), Pembatasan sosial
bersekalah besar ( PSBB ) hingga berakhir, Pemberlakuan
kebijakan New normal.