Abstract :
Keterwakilan perempuan dalam perpolitikan dapat diliihat di Provinsi
Sumatera Selatan karena menjadi salah satu provinsi terbesar yang ada di Indonesia, Sumatera Selatan sudah memberikan tempat bagi kaum perempuan untuk dapat terlibat dalam dunia politik. Keterwakilan kaum perempuan di ruang eksekutif dapat dilihat seperti wakil walikota Palembang Fitrianti Agustinda.
Fitrianti Agustinda menjadi wakil walikota perempuan pertama di kota
Palembang hal ini dilihat dari sejarah pemerintahan kota palembang belum ada tradisi kaum perempuan menjadi pemimpin politik selain itu terdapat faktor tradisi zaman dahulu yang membuat kaum perempuan tidak dapat menjadi seorang pemimpin. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Kedudukan Perempuan Dalam Perspektif Politik Gender pada Wakil Walikota Palembang
Fitrianti Agustinda. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer ialah : Tokoh Masyarakat Kota Palembang. Sumber data Sekunder berupa buku, jurnal dan internet. Teori yang digunakan adalah teori gender yang
terdiri dari nature,nurture dan equilibrium. Hasil penelitian ini ialah dalam masyarakat palembang yang bermayoritaskan agama islam perempuan belum pernah menjadi pemimpin dan dalam islam kedudukan perempuan menjadi seorang pemimpin sebenarnya tidak masalah namun menurut pandangan ulama
perempuan itu tidak boleh menjadi seorang pemimpin ketika masih ada laki-laki yang dapat menjadi seorang pemimpin. Akan tetapi secara umum sudah banyak perempuan menjadi seorang pemimpin baik di legislatif maupun eksekutif seperti
halnya wakil walikota Palembang. Awalnya kehadiran wakil walikota perempuan masih dianggap langkah oleh masyarakat karena pemimpin ittu biasanya laki-laki namun seiring berjalan waktu pemikiran masyarakat mulai terbuka dan mulai
menerima kedudukan perempuan menjadi seorang pemimpin serta memberikan kesempatan agar perempuan dapat bekiprah di dunia politik sama dengan kaum
laki-laki.?