Abstract :
Peneliti ini meneliti tentang Penggunaan Predikat Cebong dan kampret Dalam Persaingan Politik Mengejelang Pemilihan Presiden 2019 (Analisis Persfektif Psikologi Politik Bagi Pendukung Paslon Melalui Media Sosial Facebook). Demikian maraknya di media sosial facebook, salah satunya cebongdan kampret menjadi fenomena politik saat adanya pemilihan presiden 2019.
Fenomena ini muncul karena terlalu fanatiknya pendukung dalam mendukung masing-masing calon presiden. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah data primer berupa akun facebook
dari para pendukung masing-masing dan sekunder berupa jurnal, artikel, berita, skripsi, youtube dan facebook. Data dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori dari Henri Tajfel mengenai identitas sosial yang merupakan bagian psikologi politik. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam pemilihan presiden 2019 terdapat fenomena pendukung pasangan calon Presiden
yang menjadi dua pendukung yaitu cebong dan kampret yang keduanya memiliki perilaku politik. Para pendukung mempunyai sifat emosi dan sikap perilaku yang saling menjelekkan satu sama lain karena mereka membela masing-masing kedua pasangan calon yang mereka dukung. Sampai kedua pasangan calon terpilih
sebagai presiden. Dalam analisis psikologi politik kedua pendukung ini dianalis dengan menggunakan teori identitas sosial terbagi menjadi in-group dan out?group yang ditunjukan melalui media sosial facebook. sehingga Penggunaan predikat cebong dan kampret pada saat pilpres 2019 sangat ramai di media sosial
facebook, mereka saling mencaci maki dalam hal berkomentar dengan melontarkan kata-kata kasar, menghina, menyinggung, mencaci dan menyudutkan pasangan calon masing-masing.. Berharap kepada para pendukung untuk tidak
saling menjelekan satu sama lain, karena itu hanya merugikan diri mereka sendiri, oleh karena itu pada saat nanti ada pemilihan presiden lagi di masa depan berharap para pendukung saling menghargai satu sama lain dan tidak terpecah
belah hanya karena beda dalam memilih.