Abstract :
Penelitian ini membahas tentang faktor penyebebab tingginya angka
Golput pada Pilkada Musi Banyuasin tahun 2017. Teori yang digunakan adalah teori perilaku pemilihan dari Albert Bandura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk melihat fakta dan kejadian secra sistematis dan akurat. Adapun yang menjadi sumber data dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tidak menggunakan hak pilihnya pada saat pilkada berlangsung serta pihak
penyelenggara pilkada yakni KPUD Musi Banyuasin. Data dikumpulkan dengan tekhnik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Penelitian menggunakan analisis kualitatif, dalam penelitian ini digunakan tiga tahap teknik
analisa data yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ditemukan tiga faktor yang menyebabkan
tingginya angka golput pada pilkada Musi Banyuasin tahun 2017, yaitu faktor sosial-ekonomi, yang dilatarbelakangi seperti pendidikan, pekerjaan dan keadaan ekonomi sangat memberikan pengaruh terhadap masyarakat di Kabupaten Musi
Banyuasin dalam hal tidak ikut memilih dalam pemilihan. Faktor psikologi dan pilihan rasional juga turut mempengaruhi mereka untuk tidak ikut serta dalam
pemilihan. Dalam hal ini kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap janji-jani yang ungkapkan oleh para calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah. Dari ketiga faktor inilah yang akhirnya membuat masyarakat yang terlibat dalam pemilihan pilkada Musi Banyuasin tahun 2017 kemarin banyak yang lebih memilih untuk tidak menggunakan hak pilihnya.