DETAIL DOCUMENT
EKONOMI POLITIK PALEMBANG SULTAN MAHMUD BADARUDDIN II PERIODE KEKUASAAN (1804-1812)
Total View This Week0
Institusion
Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang
Author
Azizah, Imroatul
Subject
Ilmu Politik 
Datestamp
2021-09-06 06:45:56 
Abstract :
Penelitian ini berjudul ?Ekonomi Politik Palembang Pada Masa Sultan Mahmud Badaruddin II (Periode Kekuasaan 1804-1012)? .Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui Ekonomi politik Palembang pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II yaitu hasilnya Kesultanan Palembang masih mendapatkan persaingan dari Cina dan Kesultanan Riau serta mendapatkan penghasilan kecil dari penjualan semua produk-produk memilki harga yang rendah sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh pihak Kolonial Belanda. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Adam Smith yaitu teori tentang nilai kerja yang berangkat dari individu dan kebutuhannya, lalu tentang masyarakat dan negara. Metode penelitian ini yaitu metode penelitian Kualitatif Deskrpitif dengan kajian Literatur. Tehnik pengumpulan data yaitu melalui Peneltian pustaka (Library Research), Mengakses situs internet (website) dan Dokumentasi. Hasil dari Penelitian ini Sultan Mahmud Badaruddin II memiliki peran penting dalam menjalankan roda perekonomian pada saat itu, setiap keputusan yang diambil oleh Sultan Mahmud Badaruddin wajib mentaati setiap keputusan yang diambil, agar dapat mensejahterakan masyarakat, semua produk-produk yang berasal dari petani ataupun pertambangan Timah dan lada harus mendapatkan persetujuan dari Sultan Mahmud Badaruddin untuk penjualan produk yang di hasilkan. Terkait dengan ekonomi politik, Kesultanan Palembang juga mendapatkan tekanan dari kolonial Belanda yang mana sudah di sepakati oleh kedua belah pihak untuk produk-produk dari Kesultanan Palembang seperti Timah dan Lada harus di jual pada pihak kolonial Belanda dengan harga yang murah. Akibatnya perekonomian pada saat itu tidak stabil dan memicu kesenjangan antara Kesultanan Palembang dan Kolonial Belanda. Kesepatanan antara Kesultanan Palembang dan Kolonial Belanda juga menimpulkan pergolakan politik, karena pada saat itu monopoli yang terjadi atau yang coba di terapkan oleh VOC tampaknya bukan monopoli murni, pada kenyataan nya Kesultanan Palembang masih mendapatkan persaingan dari Cina dan Kesultanan Riau serta mendapatkan penghasilan kecil dari penjualan semua produk-produk memilki harga yang rendah sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh pihak Kolonial Belanda. 
Institution Info

Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang