Abstract :
Dalam agama islam hubungan antar manusia telah diatur oleh Allah
dalam Al-Qur?an. Salah satunya ialah kegiatan wakaf, dengan terbatasnya
jumlah tanah untuk dimanfaatkan menjadi harta wakaf yang ada di Indonesia,
kini dalam kegiatan berwakaf muslim dan muslimah dimudahkan dengan cara
berwakaf yang lebih mudah yaitu dengan wakaf uang. Dengan adanya
penerimaan wakaf dalam bentuk uang maka nazhir yang berperan sebagai
penghimpun dana wakaf harus mulai menerapkan sistem informasi akuntansi
terkait penerimaan wakaf uang dan pengeluaran wakaf uang. Dengan adanya
penerapan SIA didalam lembaga Nazhir maka akan memudahkan para wakif
untuk melihat kinerja dari Nazhir. Wakaf uang pun tidak serta merta dibagiakan
kepada mauquf?alaih dalam bentuk uang tetapi diimplementasikan kedalam
harta wakaf yang memiliki nilai manfaat yang panjang untuk umat.
Analisis yang dilakukan adalah membandingkan sistem informasi
penerimaan dan pengeluaran secara teori dengan sistem informasi akuntansi
penerimaan dan pengeluaran yang diterapkan oleh lembaga Global Wakaf Act
untuk melihat kesesuain SIA penerimaan dan pengeluaran yang dilakukan oleh
Global Wakaf Act. Metoda penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah
kualitatif dengan pendekatan normatif. Teknik pengumpulan data dengan cara
wawancara, observasi dan dokumentasi dengan narasumber yang kompeten
didalam lembaga Global Wakaf Act.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap pengelolaan
informasi wakaf uang yang dilakukan di Global Wakaf Act harus pula
menggunakan sistem informasi akuntansi yang terkomputerisasi agar
mempermudahkan penyajian informasi yang dibutuhkan oleh pihak yang
berkepentingan.