Abstract :
Antrian merupakan salah satu fenomena yang terjadi dalam aktifitas sehari-hari dialami oleh pelanggan. Akibat dari antrian ini banyak pelanggan beralih ketempat lain untuk menghindari suatu antrian dan mendapatkan pelayanan yang lebih maksimal walaupun harus mengeluarkan biaya lebih besar. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses antrian, mengetahui waktu tunggu rata-rata konsumen, mengetahui cara pengoptimalan pelayanan konsumen.
Hasil perhitungan menunjukan bahwa rata-rata antrian dalam 10 hari di Starbucks Rawamangun Jakarta Timur diatas, dapat kita lihat bahwa jumlah rata-rata pelanggan dalam sistem Ls= 2,518 pelanggan dalam sistem. Waktu rata-rata yang dihabiskan pelanggan dalam sistem atau Ws = 10,557 menit, jumlah rata-rata pelanggan dalam antrean atau Lq= 1.828 atau 2 pelanggan. Waktu rata-rata pelanggan yang dihabiskan dalam antrean atau Wq = 7,557 menit. Factor utilitas sistem (fasilitas pelayanan sibuk) atau ? = 0.69 atau 69%. Probabilitas terdapat 0 pelanggan dalam sistem (tidak adanya pelanggan dalam sistem) atau P?= 0.31 atau 31%. Probabilitas terdapat lebih dari sejumlah k pelanggan dalam sistem , dimana n adalah jumlah pelanggan dalam sistem atau Pn>k = 0.69 atau 69%.
Kesimpulan yang di peroleh bahwa pelayanan yang terdapat pada Starbucks Rawamangun Jakarta Timur kurang optimal karena waktu yang dihabiskan seorang pelanggan dalam sistem atau Ws = 10.557 menit dimana angka tersebut masih diatas standar waktu yang di tetapkan oleh perusahaan.