DETAIL DOCUMENT
ANALISIS KINERJA PORTOFOLIO SAHAM LQ45 SEBELUM DAN SELAMA MASA PANDEMI COVID-19
Total View This Week0
Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta
Author
Julyanti Simanjuntak, J Simanjuntak
Subject
Manajemen Keuangan 
Datestamp
2021-11-01 08:57:35 
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk membentuk portofolio optimal dari saham-saham LQ45 dengan menggunakan metode Markowitz dan mengetahui perbedaan antara portofolio optimal dengan kinerja instrumen bebas risiko dan IHSG selama sebelum dan sesudah masa pandemi, serta secara keseluruhan periode. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian komparatif pendekatan kuantitatif, yang dianalisis dengan menggunakan bantuan Solver pada program Microsoft Excel dan uji t one sample. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan saham LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode Mei 2019 hingga April 2020. Sampel ditentukan berdasarkan metode purposive sampling, dengan saham-saham yang tergabung di dalam LQ45 dan tidak melakukan corporate action (stock split, merger, dan akuisisi). Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi melalui website: www.yahoo.finance.co.id, www.idx.co.id, www.investing.com, www.bi.go.id. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: hasil analisa menggunakan metode Markowitz terbentuk 9 saham sebagai rekomendasi portofolio optimal, yaitu: BRPT, CPIN, ERAA, EXCL, ICBP, INKP, MNCN, PGAS, dan TPIA. Dan bila dibandingkan dengan kinerja instrumen bebas risiko dan IHSG, portofolio investasi saham yang direkomendasikan oleh penulis lebih unggul dengan return 0.0040 dan satuan risiko 0.0135 dengan rasio Sharpe 0,2835 dibandingkan dengan kinerja instrumen lainnya. Serta berdasarkan perbedan kinerja antara portofolio optimal dengan instrumen bebas risk free rate dan IHSG didapatkan kesimpulan bahwa excess return antara portofolio optimal dengan instrumen risk free rate dan IHSG selama sebelum masa pandemi, sesudah masa pandemi, dan secara keseluruhan periode tidak signifikan, sedangkan cumulative excess return antara portofolio optimal dengan instrumen risk free rate dan IHSG selama sebelum masa pandemi dan sesudah masa pandemi, signifikan, namun secara keseluruhan periode cumulative excess return antara portofolio optimal dengan instrumen risk free rate signifikan tetapi cumulative excess return antara portofolio optimal dengan instrumen IHSG tidak signifikan. 
Institution Info

Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta