Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa yang dapat menyebabkan
emiten mendapatkan pernyataan going concern pada perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2017-2020.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2017 sampai dengan tahun 2020. Sampel
ditentukan berdasarkan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel
sebanyak 18 perusahaan manufaktur sehingga total observasi dalam penelitian
ini sebanyak 72 observasi. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa
data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan metoda dokumentasi
melalui situs resmi IDX : www.idx.co.id.
Hasil penelitian mendapatkan hasil sebanyak 18 perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama tahun 2017-2020. Perusahaan
manufaktur tersebut terdiri atas 3 sektor, yakni sektor industri dasar & kimia,
sektor aneka industri dan sektor barang konsumsi. Penyebab pemberian
pernyataan going concern adalah akumulasi kerugian, defisiensi modal dimana
kewajiban perusahaan melebihi asetnya, defisit serta pandemi covid-19 yang
terjadi pada tahun 2020. Langkah-langkah yang diambil manajemen untuk
mempertahankan keberlanjutan usahanya adalah dengan melakukan
restrukturisasi perbankan dengan usulan relaksasi bunga dan restrukturisasi
pinjaman kepada perbankan secara menyeluruh. Perusahaan melakukan
restrukturisasi utang usaha kepada vendor dengan skema utama melakukan
negosiasi dan penjadwalan pembayaran kepada para vendor. Mencari alternatif
pendanaan terkait utang dan pinjaman yang akan jatuh tempo, menjual aset
tidak produktif secara selektif untuk mendapatkan dana baik untuk modal kerja,
pembelanjaan barang modal maupun melunasi utang yang berbunga tinggi.
ABSTRACT
This study aims to find out what can cause issuers to get going concern
statements in manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange
for the 2017-2020 period.
This research uses descriptive quantitative research. The population in this
study were manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange
(IDX) from 2017 to 2020. The sample was determined based on the purposive
sampling method, with a total sample of 18 manufacturing companies so that
the total observations in this study were 72 observations. The data used in this
research is secondary data. The data collection technique uses the
documentation method through the official IDX website: www.idx.co.id.
The results of the study found that as many as 18 manufacturing companies
were listed on the Indonesia Stock Exchange during 2017-2020. The
manufacturing company consists of 3 sectors, namely the basic & chemical
industry sector, the various industrial sector and the consumer goods sector.
The reasons for giving a going concern statement are the accumulation of
losses, capital deficiency where the company's liabilities exceed its assets, the
deficit and the covid-19 pandemic that occurred in 2020. The steps taken by
management to maintain the sustainability of its business are banking
restructuring with proposals for interest relaxation and restructuring loans to
banks as a whole. The company restructured trade payables to vendors with the
main scheme of negotiating and scheduling payments to vendors. Looking for
alternative funding related to debt and loans that will mature, selling
unproductive assets selectively to get funds for both working capital, capital
expenditures and paying off debts with high interest rates.