Institusion
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia Jakarta
Author
Rostiyanti Lisnawahnida, Sona
Subject
Akuntansi Keuangan
Datestamp
2022-01-26 11:48:00
Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Pengawasan Dewan
Pengawas Syariah(DPS), Kepemilikan Manajerial, Kepemilikan Institusional,
Kepemilikan Publik, Kebijakan Utang dan Arus Kas Bebas terhadap Biaya
Keagenan pada Bank Umum Syariah (BUS) yangterdaftar di Otoritas Jasa
Keuangan (OJK)pada tahun 2011-2016.Penelitian ini menggunakan strategi
asosiatif dan pendekatan kuantitatif, diukur menggunakan regresi linier berganda
dengan Eviews Version 9.Data yang digunakanberupa data sekunder yang
diperoleh melalui situs resmi milik Bank Umum Syariah (BUS) yang menjadi
sampel.Sampel ditentukan berdasarkanmetode purpose sampling, dengan jumlah
sampel sebanyak 11BUS.
Hasil penelitian membuktikan bahwa Pengawasan Dewan Pengawas
Syariah(DPS)berpengaruh positif dan signifikan terhadap Biaya Keagenan
karena DPS pada BUS yang dijadikan sampel secara umum memiliki jabatan di
institusi lain sehingga memungkinkan untuk mempengaruhi sikap indepensinya
dalam pengawasan BUS. Kebijakan Utang berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Biaya Keagenan karena semakin besar hutang maka semakin besar
risiko pailit yang dihadapi BUS. Arus Kas Bebas berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Biaya Keagenan karena kemungkinan akan menyebabkan
manajemen bertindak oportunistik dengan menyalahgunakan arus kas bebas
tersebut.
Kepemilikan Manajerial dan Kepemilikan Publik tidak berpengaruh
signifikankarena memiliki presentase yang masih sedikit yaitu dibawah
10%.Kepemilikan Institusional tidak berpengaruh signifikan karena jumlah rata?rata Kepemilikan Institusional oleh BUS mencapai sekitar 80% yang mengarah
pada kepemilikan terkonsentrasi (pengendali).
Kata Kunci :Biaya Keagenan, Dewan Pengawas Syariah, Kepemilikan
Manajerial, Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Publik, Kebijakan Utang
dan Arus Kas Bebas
This study aims to examine the influence of Sharia Supervisory Board
(DPS), Managerial Ownership, Institutional Ownership, Public Ownership, Debt
Policy and Free Cash Flow against Agency Costs at Sharia Commercial Banks
(BUS) registered in the Financial Services Authority (OJK) in 2011- 2016. This
study uses associative strategiesand quantitative approach, measured using
multiple linear regression with Eviews Version 9. The data used is secondary data
through the official website of the Sharia Bank (BUS) which is the sample. The
sample is determined by purposive sampling method, with the number of samples
of 11 BUS.
The result of the research proves that Supervision of Syariah Supervisory
Board (DPS) has a positive and significant effect on agency agency because DPS
in BUS which is used as sample in general has positions in other institution so it
is possible to influence its independent attitude in BUS supervision. Debt Policy
has a positive and significant effect on Agency Agencies because of the greater
debt, the greater the risk of bankruptcy faced by BUS. Free Cash Flow positively
and significantly influences the Agency Agreement because it is likely to cause
management to act opportunistically by abusing the free cash flow.
Managerial Ownership and Public Ownership have no significant effect
because they have a small percentage that is below 10%. Institutional ownership
has no significant effect because the average amount of Institutional Ownership
by BUS reaches about 80% which leads to concentrated ownership (control).
Key words : Agency Cost, Sharia Supervisory Board,Managerial Ownership,
Institutional Ownership, Public Ownership, Debt Policy and Free Cash Flow