Abstract :
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh capital adequacy ratio,
financing to deposit ratio, inflasi dan nilait tukar (kurs) terhadap non performing
financing. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank umum syariah di
Indonesia yang terdaftar di Bank Indonesia tahun 2012 hingga 2016.
Penelitian ini menggunakan penelitian asosiatif kausal dengan metode regresi
linear data panel program software Econometric Views (Eviews) versi 8. Jumlah
sampel yang digunakan sebanyak 11 bank umum syariah di Indonesia dengan
menganalisa laporan tahunan setiap bank syariah.
Hasil penelitian membuktikan bahwa capital adequacy ratio (X1) berpengaruh
negatif terhadap non performing financing karena semakin besar modal yang dimiliki
suatu bank maka akan kecil peluang terjadinya non performing financing. Sedangkan
dua variabel lainnya yaitu financing to deposit ratio (X2) tidak berpengaruh terhadap
non performing financing karena semakin besar financing to deposit ratio akan
memberikan sedikit pengaruh pada peningkatan non performing financing bank
syariah dan Inflasi (X3) tidak berpengaruh terhadap non performing financing karena
jika inflasi mengalami kenaikan maka non performing financing pada bank syariah
tidak ikut mengalami kenaikan juga begitupun sebaliknya jika ketika inflasi
mengalami penurunan maka non performing financing akan mengalami penurunan.
Nilai tukar (kurs) (X4) berpengaruh positif terhadap non performing financing karena
semakin meningkat nilai tukar maka akan menyebabkan kenaikan angka non
performing financing.
Kata Kunci : Capital adequacy ratio, financing to deposit ratio, inflasi, nilai tukar
(kurs)
This study aims to examine the effect of capital adequacy ratio, financing to
deposit ratio, inflation and exchange rate (exchange rate) to non performing
financing. The sample used in this research is sharia bank in Indonesia registered in
Bank Indonesia in 2012 to 2016.
This study used a causal associative strategy with linear regression method of
data panel program software Econometric Views (Eviews) version 8. The number of
samples used are 11 sharia commercial bank in Indonesia by analizing report of
each Islamic bank.
The result of research shows that capital adequacy ratio (X1) has a negative
effect on non performing financing because the greater the capital owned by a bank,
the less chance of non performing financing occur. While the other two variables are
the financing to deposit ratio (X2) does not affect the non performing financing
because the greater the financing to deposit ratio will give little influence on the
increase of non performing financing of sharia banks and Inflation (X3) has no effect
on non performing financing because if inflation experienced an increase in non
performing financing in sharia banks did not participate in the increase also vice
versa if when inflation decreases then non performing financing will decrease. The
exchange rate (X4) has a positive effect on non performing financing because it will
increase the non performing financing rate.
Keywords: Capital adequacy ratio, financing to deposit ratio, inflation, exchange
rate