Abstract :
Penelitian ini bertujuan : (1) Untuk mengetahui perbandingan perhitungan
biaya persediaan dengan menerapkan metode Economic Order Quantity pada
perusahaan, dan (2) Untuk mengetahui perhitungan pemesanan kembali
persediaan sparepart mainboard pada perusahaan dengan melakukan penerapan
metode Economic Order Quantity.
Subjek dalam penelitian ini adalah PT. Teletama Artha Mandiri yang
berlokasi di Rukan Fantasi Komplek 1000 blok Z6 No. 9-18, Cengkareng, Jakarta
Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11730, dan objeknya adalah pengelolaan
persediaan sparepart mainboard. Data dikumpulkan dengan pencatatan dokumen
dan analisa data sekunder. Data dianalisis dengan metode Economic Order
Quantity (EOQ).
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Besarnya total biaya
persediaan dengan menggunakan metode EOQ sebesar Rp 7.284.682,-. Jumlah ini
lebih kecil bila dibandingkan dengan biaya total persediaan yang harus
dikeluarkan olehperusahaan pada periode yang sama yang mencapai Rp
9.531.023,- sehingga terjadi penghematan sebesar Rp. 2.246.341 antara kebijakan
yang dilakukan oleh perusahaan dibandingkan dengan metode EOQ, dan (2)
Dengan adanya penerapan metode EOQ maka jumlah pemesanan kembali
sparepart mainboard adalah sebanyak 320 unit yang dihitung dari permintaan per
hari sebesar 32 unit dikalikan waktu tunggu untuk per pesanan baru yaitu selama
5 hari ditambahkan dengan persediaan pengaman sebanyak 160 unit. Sedangkan
untuk jumlah per pesanan dengan metode EOQ adalah 167 unit dan persediaan
maksimum di Gudang sebanyak 327 Unit.
Kata Kunci :Economic Order Quantity, Pemesanan Kembali, Persediaan
Sparepart Mainboard
This study aims to: (1) To compare the calculation of inventory cost by
applying the method of economic order quantity at the company, and (2) To
calculate the reordering of mainboard sparepart inventory at the company by
applying the economic order quantity method.
Subjects in this study were PT. Teletama Artha Mandiri located in Rukan
Fantasi Komplek 1000 blok Z6 No. 9-18, Cengkareng, West Jakarta, Jakarta
Capital City Special Area 11730, and the object is the management of the
mainboard sparepart inventory. Data are collected by document recording and
secondary data analysis. Data is analyzed by Economic Order Quantity (EOQ)
method.
The results of this study show that: (1) The total cost of inventory by using
EOQ method of Rp 7.284.682,-. This amount is smaller than the total cost of
inventory that must be issued by the company in the same period which reached
Rp 9,531,023,- resulting in savings of Rp. 2.246.341 between policies made by the
company compared with EOQ method, and (2 ) With the implementation of EOQ
method, the reorder point of mainboard spare part is 320 units calculated from
the demand per day of 32 units multiplied by waiting time for new pressures ie for
5 days added with the safety stock of 160 units. As for the number per order by
EOQ method is 167 units and the maximum inventory in the warehouse as much
as 327 units.
Key words :Economic Order Quantity, Reorder Point, Mainboard Sparepart
Inventory