Abstract :
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah pengaruh working capital to
total asset, debt to equity ratio, total asset turnover, dan net profit margin
terhadap pertumbuhan laba. Pengaruh persistensi laba terhadap pertumbuhan laba
pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek
Indonesia (BEI).
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan
kuantitatif, yang diukur dengan menggunakan metoda berbasis data panel dengan
e-views 10. Populasi dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur sektor
barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014 sampai
dengan tahun 2017. Sampel ditentukan berdasarkan metode purpose sampling,
dengan jumlah sampel sebanyak 21 perusahaan manufaktur sektor barang
konsumsi sehingga total observasi dalam penelitian ini sebanyak 84 observasi.
Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data sekunder. Teknik
pengumpulan data menggunakan metoda dokumentasi melalui situs resmi IDX :
www.idx.co.id dan www.sahamok.com . Pengujian hipotesis dengan
menggunakan uji t.
Hasil penelitian membuktikan bahwa (1) working capital to total asset
(WCTA) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan
manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode 2014-2017. (2)
debt to equity ratio (DER) tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan laba pada
perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang terdaftar di BEI periode
2014-2017. (3) total asset turnover (TAT) tidak berpengaruh terhadap
pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi yang
terdaftar di BEI periode 2014-2017. (4) net profit margin (NPM) berpengaruh
terhadap pertumbuhan laba pada perusahaan manufaktur sektor barang konsumsi
yang terdaftar di BEI periode 2014-2017.
Kata Kunci : Modal Kerja, Modal Hutang, Perputaran Total Aset, Laba
Bersih, dan Pertumbuhan Laba
ABSTRACT
This study is aimed to test the effect of working capital to total asset (WCTA),
debt to equity ratio (DER), total asset turnover (TAT), and net profit margin
(NPM) on growth profit in consumer goods sector industry that listed in
Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2014 to 2017.
This research uses descriptive quantitative approach, which is measured using
panel data regression bassed methode use E-views 10. Sample was determined by
purposive sampling method, and get 21 companies. So, total observation in this
research are 84 observation. The data used in this study are secondary data. Data
was collected by Indonesian Stock Exchange (IDX) official website :
www.idx.co.id and www.sahamok.com . Hypothesis testing are using t test.
The result are (1) working capital to total asset (WCTA) has no significantly
effect to growth profit in consumers goods industry that listed in Indonesian Stock
Exchange (IDX) from 2014 to 2017. (2) debt to equity ratio (DER) has no
significantly effect to growth profit in consumers goods industry that listed in
Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2014 to 2017. (3) total asset turnover
(TAT) has no significantly effect to growth profit in consumers goods industry that
listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2014 to 2017. (4) net profit
margin (NPM) has significantly positif effect to growth profit in consumers goods
industry that listed in Indonesian Stock Exchange (IDX) from 2014 to 2017.
Kata Kunci : working capital to total asset, debt to equity ratio, total asset
turnover, net profit margin, growth profit.